Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas progres pemulihan pasca-bencana banjir di Aceh Tamiang, Aceh, yang dilaporkan telah mencapai hampir 100 persen. Apresiasi ini disampaikan usai melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat setempat di kompleks perumahan sementara.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3) ini menjadi momen untuk melihat langsung kondisi wilayah yang sebelumnya terdampak parah. Beliau juga berharap momentum perayaan Idulfitri dapat membawa kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyoroti kecepatan dan kemajuan signifikan dalam upaya rehabilitasi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam penanganan pasca-bencana serta percepatan pemulihan Aceh Tamiang.
Advertisement
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tidak ada lagi warga yang menempati tenda pengungsian di Aceh Tamiang. Seluruh korban banjir telah dipindahkan ke hunian sementara, dengan pembangunan hunian permanen yang juga sudah dimulai secara bertahap.
Selain permukiman, infrastruktur dasar di wilayah terdampak juga hampir sepenuhnya pulih. Presiden menyebutkan bahwa pasokan listrik telah kembali normal di sebagian besar area, dengan hanya menyisakan lima desa yang masih dalam proses pemulihan.
Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh bantuan telah tersalurkan sepenuhnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Distribusi bantuan ini menjadi kunci dalam mendukung proses pemulihan ekonomi dan sosial warga Aceh Tamiang.
Advertisement
Advertisement
Atas capaian pemulihan Aceh Tamiang ini, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat. Beliau mengapresiasi kerja keras Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah daerah, serta kementerian/lembaga lainnya.
Presiden menegaskan bahwa respons pemerintah terhadap bencana tidak hanya terbatas pada Aceh Tamiang, tetapi juga mencakup berbagai wilayah lain yang terdampak di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi dan membantu warganya.
Melalui percepatan upaya pemulihan, pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal. Dukungan infrastruktur yang memadai menjadi prioritas utama dalam proses rehabilitasi ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews