Prabowo Targetkan Pemulihan Listrik Bencana Pulih dalam Seminggu, Akui Ada Kendala Lapangan
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pemulihan listrik bencana di area terdampak bisa rampung dalam seminggu. Namun, kendala di lapangan menjadi tantangan utama yang harus diatasi.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan harapannya agar aliran listrik di wilayah yang terdampak bencana dapat segera pulih. Ia menargetkan proses pemulihan ini dapat selesai dalam waktu sekitar satu minggu ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berada di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu.
Meskipun demikian, Presiden Prabowo mengakui bahwa proses perbaikan infrastruktur kelistrikan menghadapi sejumlah kendala serius di lapangan. Faktor alam dan kondisi fisik yang rusak parah menjadi hambatan utama dalam upaya percepatan pemulihan. Pemerintah terus berupaya maksimal untuk mengatasi tantangan ini.
Upaya pemulihan listrik ini menjadi prioritas mengingat pentingnya pasokan energi bagi aktivitas masyarakat dan roda perekonomian. Seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan untuk memastikan layanan kelistrikan dapat kembali normal secepat mungkin. Masyarakat diminta untuk memahami bahwa proses ini memerlukan waktu dan kerja keras.
Tantangan Pemulihan Listrik Pascabencana
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemulihan aliran listrik tidak dapat dilakukan dengan cepat karena kondisi fisik infrastruktur yang rusak parah. Selain itu, faktor alam juga masih menjadi hambatan signifikan di beberapa lokasi. Menara-menara listrik yang berat dan sulit dijangkau memperlambat proses perbaikan.
Sebagian wilayah terdampak masih tergenang banjir, yang secara langsung menghambat perbaikan jaringan dan pemasangan kabel. Kondisi ini membuat akses ke lokasi perbaikan menjadi sulit dan berisiko bagi para petugas. Tim di lapangan harus bekerja ekstra keras untuk menembus area yang terisolasi.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan perbaikan secara bertahap dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Namun, ia juga meminta masyarakat untuk memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara seketika. "Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap ya. Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi semua bekerja keras," ujar Prabowo.
Progres dan Dukungan Pemulihan Kelistrikan
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membidik Tower Emergency Brandan-Langsa dapat pulih. Tower ini menghubungkan Banda Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatera, dengan target energize pada Minggu (14/12).
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, dalam keterangan resminya, mengatakan, "Tower Emergency Brandan-Langsa apabila selesai maka Banda Aceh tersambung dengan backbone Sumatera. Ditargetkan Minggu, 14 Desember energize." Ini menunjukkan fokus pemerintah pada percepatan pemulihan di wilayah kritis.
Hingga tanggal 11 Desember 2025, kondisi pemulihan kelistrikan di berbagai wilayah menunjukkan progres yang bervariasi:
- Aceh: tercatat 36 persen
- Sumatera Utara: 99,8 persen setelah longsor susulan
- Sumatera Barat: telah menyala 100 persen sejak 5 Desember 2025
Aceh merupakan wilayah terdampak yang masih memerlukan perhatian khusus, kata Rudy. Untuk mempercepat pemulihan di beberapa desa, PLN memerlukan dukungan pembukaan akses jalan yang masih terputus untuk transportasi material jaringan. Selain itu, penyediaan BBM untuk operasional kendaraan dan genset PLN di Aceh Tamiang dan Bener Meriah juga sangat terbatas, sehingga membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews