FOTO: Sebagian Warga Pidie Jaya Aceh Bertahan dalam Gelap Pasca Banjir Bandang
Pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari dua pekan di sejumlah gampong di Pidie Jaya, Aceh, dekeluhkan warga terdampak banjir bandang, Sabtu (13/12/2025).
Warga menyalakan api dari kayu kering sebagai alat bantu penerangan di Meureudu, Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (12/12/2025). (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari dua pekan setelah bencana banjir bandang mengganggu aktivitas warga di sejumlah gampong di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kondisi paling dirasakan pada malam hari ketika jalan-jalan desa berada dalam keadaan gelap dan berdebu, sehingga para pengendara mobil dan sepeda harus melintas dengan jarak pandang terbatas. Warga pun mengeluhkan dampak pemadaman listrik terhadap berbagai kegiatan sehari-hari.
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan aliran listrik di wilayah terdampak bencana dapat kembali pulih dalam waktu sekitar satu minggu. Proses pemulihan menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari kerusakan fisik infrastruktur hingga faktor alam yang masih mempersulit upaya perbaikan jaringan listrik.
Para pengendara mobil dan sepeda melaju di jalan desa yang berdebu dalam kondisi gelap di Meureudu, Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (12/12/2025). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Warga melintas di jalan desa yang berdebu dalam kondisi gelap di Meureudu, Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (12/12/2025). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Para pengendara mobil dan sepeda melaju di jalan desa yang berdebu dalam kondisi gelap di Meureudu, Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (12/12/2025). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Warga menyalakan api dari kayu kering sebagai alat bantu penerangan di Meureudu, Pidie Jaya, provinsi Aceh, Sabtu (12/12/2025). AFP/ Chaideer Mahyuddin