Perwira Menengah Jawab Kabar Bakal Ada Sweeping Buntut Bentrok Antar-Mahasiswa, Tegas Bilang Hoaks
Lima kepada daerah yang hadir yakni Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Pj Wali Kota Palopo Firmanza DP
Isu sweeping mahasiswa dan bentrokan antarkelompok mahasiswa di Kota Makassar viral di media sosial. Kepala Kepolisian Resor Kota Makassar Kombes Arya Perdana gelar pertemuan dengan lima kepala daerah di Hotel Novotel Makassar.
Lima kepada daerah yang hadir yakni Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Pj Wali Kota Palopo Firmanza DP, Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, dan Bupati Luwu Patahudding.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menegaskan bahwa isu mengenai sweeping mahasiswa dan bentrokan antarkelompok yang belakangan ramai beredar di media sosial adalah tidak benar.
Ia memastikan kejadian yang memicu kekhawatiran masyarakat berasal dari kasus pribadi, bukan konflik antarkelompok.
"Peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir berawal dari kasus penusukan dan penganiayaan terhadap salah satu warga Makassar," ujarnya, Senin (28/7).
"Kebetulan pelakunya berasal dari wilayah Luwu, tetapi ini murni persoalan pribadi, bukan kelompok," imbuhnya.
Namun, kasus tersebut kemudian berkembang di media sosial dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Lanjut dia, isu ini dipolitisir oleh provokator seolah-olah menjadi persoalan kelompok.
"Akibatnya, muncul reaksi dari pihak korban yang merasa tidak puas dengan proses penyelidikan, lalu melakukan aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab, seperti memasang spanduk hingga melakukan sweeping di kampus," ujarnya.
Arya menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera bertindak cepat. Beberapa orang sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan.
"Kami sudah menyampaikan kepada mahasiswa di Makassar agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merugikan orang lain," tegasnya.
Ia juga membantah isu adanya sweeping terhadap kendaraan berplat DP maupun mahasiswa asal Luwu Raya. Pihaknya pastikan tidak ada sweeping terhadap mobil berplat DP atau terhadap mahasiswa dari daerah tertentu.
"Itu murni hoaks, ulah provokator yang ingin membuat Kota Makassar tidak aman," katanya.
Selain itu, foto-foto korban yang beredar di media sosial, menurut Arya, juga tidak terkait dengan insiden terbaru. Dimana, kata dia. Gambar kepala korban yang disebut-sebut akibat sweeping, sebenarnya adalah foto dari kasus tawuran geng motor sekitar seminggu lalu.
"Saat itu, kelompok geng motor menyerang warga sipil. Pelakunya sudah kami tangkap, ada 23 orang diamankan, 10 di antaranya telah kami tahan, dan korban juga sudah mendapat perawatan," jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat, bahwa Kapolrestabes mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Berita yang belum pasti jika langsung di-share justru menjadi teror bagi masyarakat, menimbulkan ketakutan, dan memperburuk situasi. Kami minta semua pihak menahan diri," imbuh Arya.
Ia menutup dengan penegasan bahwa keamanan di Makassar tetap dalam kendali aparat. Polri bersama TNI dan pemerintah kota berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif.
"Tentu perlu kondusif, tertib mahasiswa dari daerah mana pun kami pastikan bisa kuliah dan beraktivitas dengan aman di Makassar," ucapnya.
Kata Wali Kota Makassar
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan apa terjadi belakangan ini, tak boleh berlarut-larut, sehingga mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi pertemuan bersama sejumlah kepala daerah dari Luwu Raya.
Serta pihak aparat keamanan, dan pemerintah kota untuk mencari solusi atas insiden yang melibatkan mahasiswa asal Luwu Raya di Makassar.
"Tujuan utama pertemuan ini adalah mencari solusi damai dan memastikan persoalan yang sempat viral di media sosial dapat diselesaikan bersama-sama," ujar Appi sapaan akrabnya.
Munafri menegaskan, pertemuan ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan forum untuk mendengarkan langsung informasi lapangan dari aparat keamanan serta pandangan kepala daerah asal mahasiswa yang terlibat.
"Kita berdiskusi untuk mengetahui kondisi terkini terkait mahasiswa Luwu Raya di Makassar. Kapolres dan Dandim telah berkomunikasi langsung dengan kepala daerah asal Luwu Raya untuk memahami situasi secara lebih menyeluruh," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak untuk menjaga ketertiban. Segala hal yang menyangkut keamanan di Kota Makassar akan terus dikoordinasikan.
"Tentu solusi sebagai jalan terbaik, memastikan semua hal terselesaikan tanpa merugikan mahasiswa. Masing-masing daerah perlu menjaga lingkungannya, karena sering kali persoalan kecil bisa melebar jika tidak segera diselesaikan," tambahnya.
Appi mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan insiden ini untuk memicu provokasi. Pemerintah Kota Makassar, akan terus berupaya memastikan tidak ada isu yang berkembang menjadi pemicu baru.
"Dengan komunikasi terbuka seperti ini, setiap potensi gesekan dapat ditangani lebih cepat," tutupnya.