Permintaan Daging Sapi Sumsel Melonjak 5 Persen Selama Ramadhan 2026, Harga Mulai Merangkak Naik
DKPP Sumatera Selatan mencatat **permintaan daging sapi Sumsel** meningkat lima persen selama Ramadhan 1447 H/2026, memicu kenaikan harga yang masih dianggap wajar dan terus dipantau.
Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 membawa dampak signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat di Sumatera Selatan. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan melaporkan adanya peningkatan permintaan daging sapi yang cukup terasa. Kenaikan ini mencapai sekitar lima persen dibandingkan hari biasa, menunjukkan tren konsumsi yang meningkat selama periode puasa.
Kepala DKPP Sumatera Selatan, Ruzuan Efendi, menjelaskan bahwa rata-rata permintaan harian daging sapi yang semula 72 ton kini bertambah. Peningkatan ini membuat total kebutuhan mencapai 75,6 ton per hari selama Ramadhan. Data ini diperoleh dari hasil pemantauan intensif yang dilakukan oleh tim DKPP di berbagai rumah potong hewan (RPH) di seluruh kabupaten dan kota.
Peningkatan permintaan ini secara langsung memengaruhi dinamika harga di pasaran. Meskipun terjadi kenaikan harga, DKPP Sumsel berupaya keras memastikan ketersediaan pasokan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, sekaligus menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik.
Dinamika Permintaan dan Pergerakan Harga Daging Sapi Sumsel
Peningkatan permintaan **daging sapi Sumsel** selama Ramadhan merupakan fenomena tahunan yang selalu diantisipasi. Kenaikan lima persen ini, atau setara dengan penambahan 3,6 ton per hari, menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam kebiasaan belanja masyarakat. Konsumsi daging sapi seringkali meningkat menjelang dan selama bulan puasa untuk persiapan hidangan berbuka dan sahur.
Fenomena ini secara langsung berdampak pada pergerakan harga di pasar tradisional. Ruzuan Efendi menyebutkan bahwa harga daging sapi mulai bergerak naik sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Kenaikan ini dianggap masih dalam batas kewajaran mengingat adanya peningkatan permintaan yang terjadi.
Saat ini, harga **daging sapi Sumsel** di pasar tradisional Kota Palembang dan beberapa daerah lainnya berkisar antara Rp115.000 hingga Rp125.000 per kilogram. Meskipun ada kenaikan, DKPP Sumsel terus memantau agar tidak terjadi spekulasi harga yang merugikan konsumen. Ketersediaan stok yang cukup menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan.
Upaya DKPP Sumsel Menjamin Pasokan dan Kualitas Daging
Untuk memastikan pasokan **daging sapi Sumsel** tetap lancar dan mencukupi, DKPP Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah proaktif. Mereka berkoordinasi dengan dinas peternakan di 17 kabupaten dan kota untuk memantau stok sapi di rumah potong hewan. Pemantauan ini krusial agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga ekstrem.
Selain kelancaran pasokan, aspek kesehatan dan kualitas daging juga menjadi prioritas utama DKPP. Petugas secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak yang akan dipotong. Hal ini dilakukan untuk memastikan daging yang beredar di pasaran aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.
Ruzuan menegaskan bahwa pengawasan ketat diberlakukan terhadap sapi yang masuk ke RPH. Setiap sapi wajib divaksin dan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum dipotong. Prosedur ini merupakan bagian dari komitmen DKPP Sumsel untuk melindungi konsumen dari daging yang tidak sehat atau berpenyakit, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap produk pangan hewani.
Sumber: AntaraNews