Perkuat Hilirisasi, Pabrik Emas MIND ID di Gresik Siap Dongkrak Nilai Tambah SDA
Kehadiran fasilitas tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Langkah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID membangun pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik, Jawa Timur, dinilai menjadi bagian strategis dalam memperkuat agenda hilirisasi mineral nasional. Kehadiran fasilitas tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengatakan kebijakan hilirisasi mineral memiliki arti penting bagi pembangunan ekonomi jangka panjang. Menurut dia, Indonesia selama puluhan tahun terbiasa mengekspor bahan mentah untuk memperoleh pemasukan cepat, namun pola tersebut kini mulai berubah melalui penguatan industri pengolahan di dalam negeri.
"Kebijakan hilirisasi di mineral tentu memiliki nilai strategis jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Selama ini kita terbiasa selama berpuluh-puluh tahun menjual barang mentah semata-mata untuk mendapat pemasukan cepat sehingga menambah pendapatan negara," kata Bawono.
Pendekatan
Ia menilai perubahan pendekatan tersebut penting agar kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa.
"Mindset itu sekarang beberapa tahun terakhir diubah dengan melakukan hilirisasi. Jadi mineral tambang yang kita miliki tidak serta-merta diekspor dalam bentuk bahan mentah," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (6/4/2026).
Bawono mencontohkan keberhasilan hilirisasi nikel yang kini telah menghasilkan produk bernilai tambah tinggi berupa komponen baterai kendaraan listrik. Menurutnya, model serupa dapat diterapkan pada komoditas emas guna memperluas manfaat ekonomi yang diperoleh Indonesia.
"Misalnya nikel yang dihilirisasi menjadi baterai kendaraan listrik. Program hilirisasi tentu menghasilkan added value atau nilai tambah bagi bangsa ini," ujarnya.
Strategi
Sejalan dengan strategi tersebut, MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tengah memperkuat ekosistem industri emas nasional dengan membangun pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik. Fasilitas baru itu dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton emas per tahun.
Kehadiran pabrik di Gresik akan melengkapi fasilitas manufaktur emas ANTAM yang telah beroperasi di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi mencapai 40 ton per tahun. Dengan tambahan fasilitas tersebut, kapasitas produksi emas logam mulia nasional akan semakin meningkat.
Dalam rantai pasok terintegrasi, bahan baku emas akan diperoleh dari tambang emas ANTAM di Jawa Barat yang menghasilkan sekitar satu ton emas per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang memiliki kemampuan mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sebanyak 50 hingga 60 ton per tahun.
Dukungan pasokan tersebut menjadi fondasi pengembangan ekosistem bullion nasional yang tengah diperkuat MIND ID. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan emas logam mulia dalam negeri yang diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.
Pembangunan pabrik emas di Gresik juga dinilai menjadi langkah penting dalam memperpanjang rantai nilai industri pertambangan nasional hingga menghasilkan produk akhir yang siap digunakan masyarakat. Dengan sumber daya mineral yang melimpah dan dukungan fasilitas pengolahan berstandar internasional, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih optimal dari sektor pertambangan.
Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, MIND ID berharap nilai tambah dari sumber daya emas nasional dapat lebih banyak dinikmati di dalam negeri. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat kedaulatan industri nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.