DPR Dukung MIND ID Akuisisi Tambang Perkuat Cadangan Mineral
Kinerja MIND ID sepanjang 2025 menunjukkan fundamental tercermin dari laba yang meningkat lebih dari 13 persen menjadi Rp29 triliun.
Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Holding BUMN Pertambangan, MIND ID, dalam memperkuat cadangan mineral nasional, termasuk melalui ekspansi dan akuisisi aset tambang.
Dukungan tersebut mencerminkan pandangan lintas fraksi di Komisi XII yang menilai penguatan cadangan mineral menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan komoditas untuk mendukung transisi energi.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung upaya ekspansi MIND ID, termasuk melalui akuisisi perusahaan tambang. DPR, kata dia, juga siap memberikan dukungan dari sisi regulasi dan perizinan.
"Kami memberikan karpet merah, mendukung regulasi dan kemudahan perizinan agar MIND ID dapat terus meningkatkan kinerja dan memperkuat aset melalui akuisisi," ujar Rokhmat dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Senin (13/4).
Ia menilai kinerja MIND ID sepanjang 2025 menunjukkan fundamental yang solid, tercermin dari laba yang meningkat lebih dari 13 persen menjadi Rp29 triliun, kontribusi kepada negara sebesar Rp159 triliun, serta EBITDA mencapai Rp42 triliun. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kondisi perusahaan yang sehat dan memiliki kapasitas untuk melakukan ekspansi.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Nasir, turut menekankan pentingnya penguatan cadangan mineral untuk menjawab potensi peningkatan kebutuhan di masa depan, terutama seiring percepatan elektrifikasi dan transisi energi.
Ia menilai MIND ID perlu aktif mencari peluang tambang baru, termasuk yang belum dieksplorasi, guna menjaga keberlanjutan pasokan mineral strategis nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Kebutuhan akan meningkat, terutama untuk mendukung transformasi energi. Karena itu eksplorasi dan penguatan cadangan menjadi hal yang sangat penting," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyatakan bahwa sektor pertambangan melalui kebijakan hilirisasi merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam mendorong transformasi ekonomi dan mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen pada 2029.
Ia menilai MIND ID sebagai holding pertambangan memiliki peran penting dalam mendorong integrasi dari sektor hulu hingga hilir, sekaligus beradaptasi dengan dinamika industri global. Kinerja perusahaan yang konsisten, termasuk masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025, dinilai mencerminkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
"Hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas, mulai dari nikel, bauksit, hingga batubara," kata Sugeng.
Tantangan Implementasi
Meski demikian, DPR juga menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasi hilirisasi, antara lain tingginya kebutuhan investasi, ketergantungan pada teknologi asing, serta kendala pasokan energi dan bahan baku. Kondisi tersebut dinilai memerlukan strategi yang lebih terintegrasi dan adaptif.
Eksplorasi
Komisi XII DPR RI menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah strategis MIND ID dalam memperkuat cadangan mineral melalui eksplorasi dan akuisisi, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memanfaatkan peluang dari tren global energi bersih.