Perintah Tegas Prabowo ke Bahlil, Hingga Lontarkan Candaan soal Partai Menhut
Prabowo sempat memuji kinerja Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Akan tetapi, ia sempat berkelakar tidak ingin menanyakan dari partai apa Raja Juli.
Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memberikan evaluasi dengan cepat kepadanya soal adanya ratusan tambang yang tidak jelas atau tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Namun dalam perintahnya itu, Prabowo sempat memuji kinerja Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Akan tetapi, ia sempat berkelakar tidak ingin menanyakan dari partai apa Raja Juli.
Hal itu disampaikan saat menyampaikan pidatonya dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
"Saya juga telah memerintahkan Menteri ESDM, saya dapat laporan ada ratusan tambang enggak jelas atau IUP-IUP enggak jelas di hutan lindung dan di hutan-hutan. Saya cek Menteri Kehutanan, saya cek oh Alhamdulillah Menteri Kehutanan ini oke juga dia," kata Prabowo.
"Dia belum kasih, dia belum kasih izin potong kayu," tambahnya.
Ia pun kemudian mencari dimana Menteri Kehutanan itu duduk. Meski sempat memuji, akan tetapi Prabowo ingin tanya dari partai mana dia berasal.
"Mana Menteri Kehutanan? Ada? Oh kau ya Menteri Kehutanan. Waduh, dia berbinar-binar itu, saya enggak tanya partai apa kau," kelakar Prabowo.
Minta Evaluasi Menteri ESDM Cepat
Melanjutkan pidatonya, Prabowo meminta Bahlil selaku Menteri ESDM untuk segera melakukan evaluasi serta mencabut IUP yang memang tidak jelas.
"Jadi ini ada sekian ratus Menteri ESDM, segera evaluasi ya. Kalau enggak jelas cabut semua itu IUP ya, cabut semua. Kita sudah enggak ada waktu untuk terlalu kasihan, enggak ada kasihan sekarang," tegasnya.
"Kita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Kepentingan kawan, kepentingan konco, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok itu nomor sekian," sambungnya.
Hasil Evaluasi
Selanjutnya, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini pun bertanya kepada Bahlil kapan hasil evaluasi tersebut akan diberikan. Mendengar jawaban itu, Prabowo minta agar diberikan dalam waktu satu minggu.
"Evaluasi segera, berapa hari laporan kembali ke saya?," tanya Prabowo ke Bahlil.
"Dua Minggu," jawab Bahlil.
"Dua minggu? Enak aja dua minggu. Satu minggu?," celetuk Prabowo.
"Siap," jawab singkat Bahlil.
"Dan cabut semua IUP, prinsip-prinsip yang enggak beres kita cabut. Harus di tangan negara dan kita bisa nanti memperkuat institusi-institusi kita, lembaga-lembaga kita," katanya.