Perintah Presiden Prabowo ke Menko Zulhas: Percepat Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya atau pemerintah untuk segera mempercepat pembangunan kawasan swasembada pangan, energi dan air nasional di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Perintah itu muncul dalam rapat terbatas pada Senin, 15 September 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat.
"Kawasannya disiapkan sebagai pusat ketahanan pangan sekaligus energi ya, untuk hari ini dan yang akan datang," kata pria akrab disapa Zulhas sebelum memimpin rapat dengan beberapa menteri, Jakarta, Selasa (16/9).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, urgensi dari program tersebut yang pertama meningkatkan stok pangan nasional yang sekarang telah cukup.
"Tapi dengan makanan bergizi itu nanti akan banyak sekali, 82 juta ya, tahun depan anggarannya kira-kira Rp300-an triliun, memang kita surplus karbohidrat beras ya, kira-kira 3 juta lebih tahun ini," ujarnya.
"Tetapi dengan makanan bergizi itu kita khawatir, oleh karena itu memang penduduk juga nambah terus, sementara lahan di Jawa kan berkurang. Jadi ini memang adalah kita nanti di Merauke tempatnya di Wanam, tepatnya ya," sambungnya.
Indonesia Harus Mandiri
Selain itu, Zulhas menegaskan, jika Indonesia harus mandiri dan tidak lagi boleh bergantung pada negara lain untuk kebutuhan pangan pokok rakyat.
"Jadi memang kita harus berdaulat, tidak boleh ada tawar-tawar all at cost, kata Bapak Presiden begitu. Kawasan ini juga akan menjadi sumber lapangan kerja baru, sejalan dengan arahan Bapak Presiden, dalam program stimulus, stimulus ekonomi yang 8 plus 4 plus 5 ya," tegasnya.
"Salah satunya tentu penyerapan tanaga kerja, disini nanti akan banyak segala hal terlibat. Dengan percepatan ini Merauke akan menjadi motor kemandirian pangan, energi, dan air nasional sekaligus membuka kesempatan kerja luas bagi masyarakat," pungkasnya.
Diketahui, dalam rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan turut dihadiri Menteri Kehutanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan beberapa pejabat lainnya.