Waspada Hoaks Pendaftaran Bantuan Pemerintah Bisa Curi Data Pribadi, Simak Informasi Lengkapnya Berikut Ini
Hati-hati terhadap hoaks menyamar sebagai pendaftaran program bantuan pemerintah, seperti PKH dan alat pertanian dapat mengancam keamanan data pribadi Anda.
Fenomena hoaks terkait pendaftaran program bantuan pemerintah terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Informasi palsu ini sering kali menyebar dengan cepat dan menyasar berbagai program, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga bantuan alat pertanian.
Penipuan dalam program bantuan pemerintah umumnya dilakukan dengan berbagai modus untuk menjerat korban. Salah satu cara yang paling umum adalah dengan meminta data pribadi sensitif seperti NIK, nomor ponsel, atau rekening bank, dengan alasan pendaftaran atau pencairan bantuan.
Selain itu, pelaku juga dapat meminta sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau percepatan pencairan bantuan yang tidak ada dasarnya.
Tautan mencurigakan atau phishing menjadi alat utama dalam penyebaran hoaks ini. Tautan palsu tersebut dirancang untuk menyerupai situs resmi pemerintah, dengan tujuan mencuri data pribadi korban.
Para penipu ini sering kali menciptakan rasa urgensi dengan menetapkan batas waktu pendaftaran atau klaim yang mendesak, sehingga korban bertindak tanpa berpikir panjang. Modus penipuan ini dirancang untuk mengeksploitasi harapan masyarakat akan bantuan sosial, dengan menyebarkan informasi bohong melalui tautan pendaftaran palsu atau klaim pencairan dana yang tidak benar. Akibatnya, masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan, menjadi sangat rentan untuk menjadi korban penipuan ini.
Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap individu untuk mengenali berbagai bentuk hoaks yang beredar. Link Pendaftaran PKH Tahap 3 untuk Balita sampai Lansia menjadi salah satu contoh yang perlu dicermati.
Sebagaimana dilansir dari Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim mengenai link pendaftaran PKH tahap 3 untuk balita sampai lansia, yang diunggah oleh salah satu akun Facebook pada 22 April 2026.
Klaim tersebut berisi informasi bahwa "Di tahun 2026 awal bulan Desember Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI menyalurkan kembali BANTUAN melalui PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TAHAP KE 3."
Selanjutnya, klaim tersebut mencantumkan rincian bantuan untuk berbagai kategori, seperti "Balita usia 0-6 Rp. 750.000," dan "Ibu hamil Rp. 5.750.000." Selain itu, terdapat pula pernyataan mendesak agar masyarakat segera mendaftar dengan batas waktu pendaftaran hingga "29 Desember 2025." Jika tautan tersebut diklik, akan muncul link yang meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Dengan demikian, penting untuk memverifikasi klaim pendaftaran PKH tahap 3 ini sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Untuk informasi lebih lanjut, simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......
Silakan daftarkan diri Anda untuk BLT UMKM 2026 melalui tautan berikut
Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim mengenai link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026. Informasi tersebut diunggah oleh salah satu akun Facebook pada tanggal 26 April 2026. Klaim ini berbunyi sebagai berikut: "BANTUAN BLT UMKM https://blt11.addres.cfd/bin/ Untuk semua pelaku UMKM Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah. Kabar Gembira Untuk Para UMKM, Tahun ini Telah Diluncurkan Program BLT UMKM Yakni Bantuan Terhadap Seluruh Pegiat UMKM." Unggahan tersebut juga mencantumkan link pendaftaran yang dapat diakses, yaitu: "https://blt11.addres.cfd/bin/?fbclid=IwY2xjawRb6sFleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFPWFh2ZEVPSXR4NmFiVDZEc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHq6y0PjsSm7OGNfJex_F7tIN2AP6rgE9t0OfBtZ0ewAicyD4RQqX9kyTYw-k_aem_wL1i1zqLXpBitJjaVyzX4Q".
Ketika link tersebut diklik, pengguna akan diarahkan ke halaman situs yang menampilkan formulir digital. Formulir ini meminta sejumlah informasi identitas seperti nama lengkap, nomor telepon, dan alamat lengkap. Namun, penting untuk memverifikasi kebenaran klaim ini. Benarkah klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026? Untuk mendapatkan jawaban yang akurat, simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
Silakan mendaftar untuk bantuan alat dan mesin pertanian tahun 2026 melalui tautan yang disediakan
Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim mengenai link pendaftaran untuk memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) 2026 dari Kementerian Pertanian (Kementan). Informasi ini diposting oleh salah satu akun di Facebook pada tanggal 24 April 2026. Dalam unggahannya, terdapat pernyataan: "Bantuan APBN Pertanian 2026 Pemerintah menyalurkan bantuan sektor pertanian melalui APBN Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan nasional. Bantuan meliputi sarana produksi, alsintan, serta pendampingan teknis. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. #APBN2026 #BantuanPertanian #PertanianMaju #Ketahananpangan#petanimilenial Untuk pendaftaran silahkan klik link di https://daftarssekargjuga.ciiliin.com/."
Unggahan tersebut juga menyertakan poster yang menampilkan gambar alat-alat pertanian seperti traktor, dengan tulisan: "PENYALURAN BANTUAN ALAT PERTANIAN APBN TAHUN 2026 DIREKTORAT JENDERAL PRASARAN DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN DAFTAR SEKARANG." Di dalam unggahan tersebut, terdapat menu daftar yang dapat diklik, yang akan mengarahkan pengguna ke halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Apakah benar klaim mengenai link pendaftaran untuk bantuan alat dan mesin pertanian 2026 dari Kementan ini? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak hasil penelusurannya berikut ini...