Pemkot Semarang Raih Capaian UHC 100 Persen, Wujud Komitmen Kesehatan Menyeluruh
Pemerintah Kota Semarang berhasil mencapai Capaian UHC 100 persen hingga Desember 2025, memastikan seluruh warga terlindungi jaminan kesehatan dan memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Semarang mengumumkan keberhasilan signifikan dalam program jaminan kesehatan Universal Coverage Health (UHC). Seluruh penduduk Kota Semarang telah terjangkau sistem jaminan kesehatan hingga Desember 2025. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmen ini di Semarang pada Selasa (20/1).
Pencapaian UHC 100 persen ini menunjukkan penguatan sektor kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Menjaga kesehatan warga merupakan fondasi utama bagi pembangunan Kota Semarang yang berkelanjutan.
Kebijakan kesehatan di Semarang tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat. Terutama sejak usia dini, melalui upaya pengendalian stunting dan jaminan kesehatan inklusif. Ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari warganya.
Komitmen Pemkot Semarang dalam Jaminan Kesehatan Warga
Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan bahwa Capaian UHC 100 persen adalah cerminan kebijakan kesehatan yang efektif. Kebijakan ini benar-benar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan esensial masyarakat. Ini termasuk penguatan layanan kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan gizi yang optimal.
Jaminan kesehatan yang inklusif menjadi bagian integral dari kerja berkelanjutan pemerintah daerah. Pemkot Semarang memastikan bahwa layanan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perlindungan jaminan kesehatan berjalan beriringan. Tujuannya adalah memberikan kesempatan tumbuh sehat dan produktif bagi setiap warga Kota Semarang.
Capaian ini sejalan dengan prioritas pembangunan sektor kesehatan Kota Semarang yang menitikberatkan pada aspek pencegahan, pemerataan layanan, dan perlindungan sosial yang komprehensif. Ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Keberhasilan Pengendalian Stunting dan Intervensi Preventif
Selain Capaian UHC 100 persen, kinerja nyata Pemkot Semarang juga terlihat dari keberhasilan menjaga angka stunting tetap terkendali. Hingga Desember 2025, prevalensi stunting di Kota Semarang tercatat sebesar 4,27 persen. Angka ini mencakup 2.593 balita yang mengalami stunting berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Angka prevalensi stunting yang rendah ini merupakan hasil dari berbagai upaya berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah. Upaya tersebut meliputi penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala. Edukasi gizi di tingkat keluarga dan masyarakat juga menjadi fokus utama.
Pemkot Semarang juga menaruh perhatian besar pada upaya pencegahan stunting sejak dini. Intervensi preventif terus diperkuat agar anak-anak tidak masuk ke fase stunting. Pendekatan terintegrasi ini melibatkan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan sekitar.
- Cakupan Universal Coverage Health (UHC) Kota Semarang mencapai 100% hingga Desember 2025.
- Prevalensi stunting di Kota Semarang tercatat 4,27% atau 2.593 balita hingga Desember 2025.
- Kebijakan kesehatan Pemkot Semarang fokus pada pencegahan, pemerataan layanan, dan perlindungan sosial.
- Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan gizi menjadi prioritas.
Sumber: AntaraNews