Capaian Gemilang: IPM Kota Semarang Tembus Angka Sangat Tinggi 85,80 di 2025
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengumumkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM Kota Semarang) mencapai 85,80 pada tahun 2025, jauh melampaui rata-rata Jawa Tengah, menunjukkan efektivitas program kesejahteraan masyarakat.
Kota Semarang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengumumkan bahwa IPM Kota Semarang pada tahun 2025 telah mencapai angka 85,80, menempatkannya dalam kategori sangat tinggi. Capaian ini tidak hanya signifikan, tetapi juga jauh melampaui rata-rata IPM Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 74,77.
Prestasi luar biasa ini menjadi bukti nyata efektivitas berbagai program kesejahteraan masyarakat yang telah dijalankan secara konsisten oleh Pemerintah Kota Semarang. Angka IPM yang tinggi ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup warga di berbagai sektor esensial.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Semarang dalam menciptakan ekosistem kota yang manusiawi dan inklusif, memastikan setiap warga dapat merasakan peningkatan kualitas hidup. Fokus utama terletak pada kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat.
Pilar Utama Peningkatan IPM Kota Semarang
Capaian IPM Kota Semarang yang impresif ini didukung oleh beberapa indikator kunci yang menunjukkan kemajuan signifikan. Angka harapan hidup (UHH) di Kota Semarang telah mencapai 78,72 tahun, atau setara 78 tahun 8 bulan. Ini menunjukkan bahwa warga Semarang memiliki harapan hidup yang lebih panjang, mencerminkan lingkungan yang semakin sehat dan layak huni bagi semua generasi.
Selain itu, sektor pendidikan juga menunjukkan performa yang kuat. Rata-rata lama sekolah (RLS) tercatat di angka 11,11 tahun, sementara harapan lama sekolah (HLS) mencapai 15,58 tahun. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa akses terhadap pendidikan semakin merata dan berkualitas di seluruh wilayah Kota Semarang, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dukungan terhadap daya beli masyarakat juga menjadi faktor penting. Pengeluaran per kapita (PPP) warga Semarang mencapai 17,40 juta rupiah per orang per tahun. Pertumbuhan ekonomi yang stabil di kota ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan daya beli, memastikan kebutuhan gizi dan pendidikan terpenuhi dengan sangat baik bagi setiap keluarga.
Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan kebanggaannya atas angka harapan hidup yang tinggi. "Kami bangga karena angka harapan hidup 78 tahun ini mencerminkan kota yang semakin sehat dan layak huni bagi semua generasi," ujarnya.
Inovasi Layanan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial
Pemerintah Kota Semarang tidak berhenti pada capaian angka, melainkan terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi warganya. Salah satu fokus utama adalah penguatan fasilitas kesehatan gratis melalui peningkatan cakupan Universal Health Coverage (UHC). Program ini memastikan bahwa setiap warga memiliki akses terhadap layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Optimalisasi peran posyandu lansia di setiap wilayah juga menjadi strategi penting. Posyandu lansia berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan para senior, memberikan pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan. Langkah ini memastikan bahwa tingginya umur panjang warga Kota Semarang berbanding lurus dengan kebugaran fisik dan akses medis yang mudah dijangkau.
Wali Kota Agustina menegaskan komitmen Pemkot Semarang dalam melayani kesehatan warga. "Kami memastikan layanan kesehatan tidak hanya tersedia di rumah sakit, tetapi juga menjemput bola hingga ke rumah-rumah lansia," katanya.
Tidak hanya itu, fasilitas publik seperti taman ramah lansia juga terus ditambah. Keberadaan taman-taman ini bertujuan untuk menjaga kualitas hidup senior secara mental dan sosial, menyediakan ruang interaksi dan aktivitas fisik yang aman dan nyaman.
Semarang sebagai Model Kota Ramah Lansia
Sinergi antara infrastruktur inklusif dan jaminan sosial telah menjadikan Kota Semarang sebagai model kota ramah lansia yang unggul di Indonesia. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa warga lanjut usia tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, tetapi juga memiliki lingkungan yang mendukung aktivitas sosial dan mental mereka.
Pertumbuhan ekonomi yang stabil di Kota Semarang turut mendukung daya beli masyarakat, yang pada gilirannya memastikan kebutuhan gizi dan pendidikan terpenuhi dengan sangat baik. Ini menciptakan lingkaran positif di mana kesejahteraan ekonomi berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan bahwa pencapaian luar biasa ini adalah hasil kerja keras bersama. "Pencapaian luar biasa pada 2025 ini adalah hasil kerja keras kita bersama dalam membangun ekosistem kota yang manusiawi dan inklusif," ujarnya.
Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan demi kesejahteraan yang merata. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan agar kesejahteraan ini dirasakan merata oleh seluruh warga hingga usia senja," tutup Agustina.
Sumber: AntaraNews