BPS Catat Pertumbuhan Signifikan IPM Kota Malang pada 2025, Capai Kategori Sangat Tinggi
BPS Kota Malang mengumumkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM Kota Malang) tumbuh 1,03% menjadi 85,55% pada 2025, tertinggi sejak 2021. Simak detail peningkatannya!
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengumumkan capaian signifikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah tersebut pada tahun 2025. IPM Kota Malang tercatat tumbuh 1,03 persen, mencapai angka 85,55 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya pada tahun 2024 yang berada di angka 84,68 persen.
Peningkatan ini menandai pertumbuhan IPM Kota Malang yang paling tinggi jika dibandingkan dengan tren dari tahun 2021 hingga 2024. Data terbaru ini menunjukkan kemajuan pesat dalam kualitas hidup masyarakat Kota Malang yang diukur melalui berbagai indikator penting.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa pertumbuhan IPM ini didorong oleh peningkatan merata pada empat komponen utama. Komponen tersebut meliputi umur harapan hidup saat lahir, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan.
Lonjakan Pertumbuhan IPM Kota Malang dari Tahun ke Tahun
Capaian IPM Kota Malang sebesar 85,55 persen pada 2025 merupakan bukti nyata dari upaya pembangunan yang berkelanjutan. Angka ini secara resmi menempatkan Kota Malang dalam kategori pembangunan manusia "sangat tinggi", mengingat nilai IPM-nya telah melampaui batas 80 persen.
Menurut Umar Sjaifudin, "IPM Kota Malang 2025 mencapai 85,55 persen dari 84,68 persen pada periode 2024, angka ini tumbuh 1,03 persen." Pertumbuhan 1,03 persen ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, melampaui pertumbuhan 0,73 persen pada 2022, 0,74 persen pada 2023, dan 0,81 persen pada 2024.
Secara historis, IPM Kota Malang terus menunjukkan peningkatan positif. Pada tahun 2021, IPM tercatat sebesar 82,77 persen, kemudian naik menjadi 83,38 persen pada 2022, dan mencapai 84,00 persen pada 2023. Tren peningkatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.
Empat Pilar Pendorong Peningkatan IPM
Pertumbuhan IPM Kota Malang yang signifikan ini tidak terlepas dari peningkatan pada empat komponen utama yang menjadi indikatornya. Komponen pertama adalah Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir, yang terus menunjukkan tren positif dari 74,80 tahun pada 2021 menjadi 75,88 tahun pada 2025.
Di sektor pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami peningkatan. Dari 10,41 tahun pada 2021, RLS Kota Malang naik menjadi 11,36 tahun pada 2025. "Pada 2025 RLS menjadi 11,36 tahun," tambah Umar Sjaifudin, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Malang memiliki durasi pendidikan yang semakin panjang.
Selain RLS, Harapan Lama Sekolah (HLS) juga menunjukkan perbaikan, dari 15,75 tahun pada 2021 menjadi 15,80 tahun pada 2025. Peningkatan ini mengindikasikan prospek pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di Kota Malang. Terakhir, komponen pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan juga meningkat dari Rp16.663.000 pada 2021 menjadi Rp18.596.000 pada 2025, mencerminkan daya beli masyarakat yang lebih baik.
Posisi Kota Malang dalam Pembangunan Manusia Regional
Dengan nilai IPM 85,55 persen, Kota Malang tidak hanya mencapai kategori "sangat tinggi" secara nasional, tetapi juga menempati posisi yang membanggakan di tingkat regional. Capaian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat di Kota Malang berada di atas rata-rata.
BPS mengonfirmasi bahwa "IPM Kota Malang menjadi yang kedua di bawah Surabaya dengan 88,65 persen." Ini menempatkan Kota Malang sebagai salah satu kota dengan pembangunan manusia terbaik di Jawa Timur, hanya kalah dari ibu kota provinsi.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi dan meningkatkan program-program pembangunan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Malang di masa mendatang, sehingga peringkat IPM dapat terus membaik.
Sumber: AntaraNews