BPS: Capaian IPM 2025 Buktikan Keberhasilan Pembangunan Era Presiden Prabowo
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Capaian IPM 2025 mencapai 75,90, sebuah indikator kuat keberhasilan program pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang patut disimak.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2025 telah mencapai angka 75,90. Angka ini secara signifikan menjadi bukti konkret keberhasilan berbagai program pemerintah. Peningkatan ini terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada kualitas hidup masyarakat.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 07/11, menegaskan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa program-program pemerintah menyasar berbagai aspek krusial. Aspek tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pencapaian IPM 2025 ini menunjukkan dampak positif dari kebijakan pembangunan manusia berkelanjutan. Kebijakan ini juga mencakup wilayah timur Indonesia yang sebelumnya seringkali tertinggal dalam indikator sosial-ekonomi. Keberhasilan ini disaksikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang turut hadir dalam acara tersebut.
Peningkatan Kualitas Hidup dan Pemerataan Pembangunan
Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa peningkatan IPM nasional didorong oleh beberapa faktor kunci. Faktor tersebut termasuk kenaikan rata-rata lama sekolah dan usia harapan hidup. Usia harapan hidup kini mencapai 74,4 tahun, menunjukkan perbaikan signifikan dalam sektor kesehatan.
Selain itu, peningkatan pengeluaran per kapita yang disesuaikan juga menjadi pendorong utama. Ini menandakan adanya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat. "Tiga pilar utama, pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran per kapita, mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Ini menandakan kualitas hidup masyarakat Indonesia semakin membaik," kata Amalia.
Perbaikan ini bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan cerminan nyata dari peningkatan kualitas hidup. Peningkatan kualitas hidup ini dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Hal ini termasuk di daerah-daerah yang selama ini dianggap tertinggal dari segi pembangunan.
Graduasi Kategori IPM di Wilayah Timur
Berdasarkan data terbaru dari BPS, dua provinsi mengalami kenaikan kategori IPM yang patut dicermati. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil naik dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi. Sementara itu, Provinsi Papua Barat juga menunjukkan peningkatan signifikan, dari kategori sedang menjadi tinggi.
Dengan adanya peningkatan ini, BPS mengkonfirmasi bahwa kini sudah ada tiga provinsi dengan IPM tertinggi. Provinsi tersebut adalah Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kepulauan Riau, yang semuanya masuk dalam kategori sangat tinggi. "Kepri kini masuk dalam kategori sangat tinggi, sementara Papua Barat juga mengalami graduasi dari sedang menjadi tinggi. Ini menunjukkan pemerataan pembangunan manusia mulai terlihat," ujar Amalia.
Amalia menegaskan bahwa perbaikan IPM di wilayah timur, seperti Papua Barat, menunjukkan dampak nyata dari kebijakan afirmatif pemerintah. Kebijakan ini menekankan kesetaraan pembangunan antardaerah. Ini membuktikan komitmen pemerintah untuk mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah di Indonesia.
Sumber: AntaraNews