IPM Denpasar Tertinggi di Bali 2025: Bukti Pembangunan Manusia Berkelanjutan
Denpasar catat IPM tertinggi di Bali 2025. Pembangunan manusia dan ekonomi terus meningkat, bukti kualitas hidup warga yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Denpasar mencatat capaian gemilang dalam pembangunan manusia pada tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar mencapai angka 85,63, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Bali. Capaian ini menegaskan komitmen Pemkot Denpasar dalam meningkatkan kualitas hidup warganya.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan kabar baik ini saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Pemaparan tersebut dilakukan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar pada hari Rabu. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
Dalam satu dekade terakhir, pembangunan manusia di Denpasar secara konsisten berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan dan terarah. Capaian ini menjadi indikator penting keberhasilan program-program pemerintah kota.
Konsistensi Pembangunan Manusia dan IPM Denpasar Tertinggi
Kota Denpasar berhasil mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Bali pada tahun 2025. Dengan skor 85,63, capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Denpasar berada pada level "sangat tinggi". Konsistensi ini menjadi bukti nyata dari keberlanjutan program-program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Jaya Negara menekankan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat adalah prioritas utama. Indikator IPM yang meliputi angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita telah menunjukkan tren positif. Hal ini berkontribusi pada peningkatan taraf hidup warga Denpasar secara menyeluruh.
Pencapaian IPM Denpasar tertinggi ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Berbagai inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi terus digalakkan. Upaya kolaboratif ini memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat merasakan dampak positif dari pembangunan.
Kinerja Ekonomi Denpasar yang Melesat Positif
Selain capaian IPM yang membanggakan, kinerja ekonomi Kota Denpasar juga menunjukkan tren yang sangat positif pada tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,11 persen, menandakan pemulihan dan penguatan sektor perekonomian daerah. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini juga diiringi dengan perbaikan signifikan pada indikator ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan secara drastis, menurun dari 2,11 persen pada tahun 2024 menjadi 1,41 persen di tahun 2025. Penurunan ini menunjukkan semakin banyaknya lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, angka kemiskinan di Kota Denpasar juga mengalami penurunan yang menggembirakan. Dari 2,59 persen, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 2,16 persen. Hal ini mencerminkan keberhasilan program-program pengentasan kemiskinan yang dijalankan oleh Pemkot Denpasar.
Peningkatan Angka Harapan Hidup dan Pengelolaan Keuangan Daerah
Sektor kesehatan di Kota Denpasar juga menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tercermin dari peningkatan angka harapan hidup. Pada tahun 2025, angka harapan hidup mencapai 76,49 tahun, meningkat dari 75,80 tahun pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini adalah indikator perbaikan layanan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat secara umum.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, Kota Denpasar juga mencatatkan kinerja yang impresif. Pendapatan daerah tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan, dengan realisasi mencapai 105,13 persen. Target pendapatan sebesar Rp3.389.044.199.263,00 berhasil direalisasikan menjadi Rp3.562.778.417.859,95.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar 88,48 persen dari total anggaran yang direncanakan, yakni Rp3.617.104.904.115,89 dari Rp4.088.096.143.469,00. Pengelolaan keuangan yang efektif ini menunjukkan komitmen Pemkot Denpasar terhadap akuntabilitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran.
Transparansi APBD dan Pertanggungjawaban Bersama
Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar tahun 2025 dirancang dengan pendekatan kinerja. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap alokasi anggaran memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Hal ini mendukung efektivitas program pembangunan yang dijalankan.
Dalam LKPJ, pembiayaan daerah juga dilaporkan dengan detail. Penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp757.551.944.206,00 dan berhasil direalisasikan 100 persen. Demikian pula dengan pengeluaran pembiayaan daerah yang direncanakan sebesar Rp58.500.000.000,00 juga terealisasi 100 persen.
Jaya Negara menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap DPRD dapat memberikan masukan, kritik, dan saran untuk penyempurnaan LKPJ ini. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban bersama yang transparan dan akuntabel demi kemajuan Kota Denpasar.
Sumber: AntaraNews