Pemkab Morowali Utara Pertahankan UHC, Jamin Layanan Kesehatan Warga Sepenuhnya
Pemkab Morowali Utara berkomitmen penuh mempertahankan predikat Universal Health Coverage (UHC). Ini memastikan seluruh warga mendapatkan jaminan layanan kesehatan tanpa terkecuali melalui berbagai upaya strategis.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan predikat Universal Health Coverage (UHC). Langkah ini bertujuan menjamin seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan secara menyeluruh. Wakil Bupati Morowali Utara, Djira, menyatakan UHC bukan sekadar angka statistik semata.
Menurut Djira, UHC merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan ini diberikan tanpa terkecuali, termasuk bagi kelompok prasejahtera. Pemda menanggung iuran BPJS Kesehatan mereka melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahunnya.
Morowali Utara telah meraih predikat UHC sejak tahun 2022, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kesehatan warga. Pada tahun 2024, sekitar 150,63 ribu jiwa penduduk kabupaten ini telah terlindungi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Cakupan ini mencapai 100 persen dari total populasi yang ada.
Strategi Pemkab Morowali Utara dalam Peningkatan Akses Kesehatan
Untuk memastikan jaminan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, Pemkab Morowali Utara telah mengambil langkah-langkah strategis yang komprehensif. Ini dilakukan meskipun daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan menjadi fokus utama pembangunan.
Salah satu upaya konkret adalah pembangunan infrastruktur kesehatan yang merata. Sebanyak 22 puskesmas pembantu dan dua pos kesehatan desa (poskesdes) telah dibangun di berbagai lokasi. Inisiatif ini bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan esensial kepada masyarakat, bahkan di wilayah terpencil.
Selain itu, Pemkab juga mengoptimalkan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale secara berkelanjutan. Optimalisasi ini penting agar RSUD mampu melayani rujukan dengan fasilitas yang lebih lengkap dan memadai. Hal ini secara signifikan meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan di Morowali Utara.
Pemerataan distribusi tenaga kesehatan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Bupati Djira menegaskan, "Kami juga melakukan pemerataan distribusi kesehatan. Langkah itu menjadi kunci untuk memastikan tidak ada lagi desa yang kekurangan tenaga medis." Upaya ini menjamin setiap warga dapat mengakses tenaga medis profesional.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Warga
Selain memperkuat infrastruktur layanan, Pemkab Morowali Utara juga aktif menggencarkan program pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Peningkatan kesehatan masyarakat secara holistik menjadi agenda penting. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan penurunan angka stunting di kalangan anak-anak.
Upaya percepatan penurunan stunting di Morowali Utara telah mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat. Kabupaten ini bahkan menerima insentif fiskal sebesar Rp14,9 miliar pada tahun 2024 sebagai bentuk penghargaan. Penghargaan ini menunjukkan keberhasilan program kesehatan di daerah dalam mengatasi masalah gizi.
Dengan berbagai capaian positif tersebut, Pemkab Morowali Utara berkomitmen kuat untuk terus berinovasi. Mereka bertekad mewujudkan visi besar daerah yang lebih luas. Visi tersebut adalah menjadikan masyarakat Morowali Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera secara keseluruhan di masa depan.
Komitmen terhadap UHC ini mencerminkan dedikasi Pemkab Morowali Utara dalam memenuhi hak dasar setiap warga. Ini menunjukkan bahwa jaminan kesehatan bukan hanya target administratif, melainkan fondasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sumber: AntaraNews