Pemkab Natuna Intensifkan Monev, Pastikan SLTA Percontohan Sekolah Ramah Anak Berjalan Optimal
Pemerintah Kabupaten Natuna gencar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah SLTA percontohan Sekolah Ramah Anak (SRA) untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa.
Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) berjalan optimal di wilayah tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Natuna dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Natuna, Sri Riawati, mengonfirmasi bahwa monev ini menyasar SLTA yang telah mendeklarasikan diri sebagai kandidat percontohan. Beberapa sekolah yang menjadi fokus evaluasi meliputi SMA N 1 Bunguran Timur, SMA 2 Bunguran Timur, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Natuna.
Monev ini krusial untuk memastikan setiap sekolah telah berhasil menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak secara optimal di lingkungan pendidikan. Pelaksanaan monev ini melibatkan berbagai pihak terkait untuk hasil yang komprehensif.
Memastikan Lingkungan Aman dan Pemenuhan Hak Anak
Tujuan utama dari kegiatan monitoring dan evaluasi ini adalah untuk memverifikasi bahwa sekolah-sekolah yang ditinjau telah berhasil mengimplementasikan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA) secara menyeluruh. Hal ini mencakup upaya menciptakan suasana belajar yang suportif dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Pemkab Natuna berkomitmen penuh terhadap perlindungan anak di lingkungan sekolah.
Selain memastikan keamanan dan kenyamanan, monev juga berfungsi untuk memetakan serta menetapkan predikat SRA bagi setiap sekolah, mulai dari tingkat pratama, madya, nindya, utama, atau SRA berstandar. Penetapan predikat ini akan menjadi dasar penting bagi pembinaan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memperkuat perlindungan anak di setiap satuan pendidikan di Natuna.
Proses monev ini tidak dilakukan sendiri oleh DP3AP2KB Natuna, melainkan melibatkan kolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, serta Bhabinkamtibmas dari Batu Hitam dan Bandarsyah. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan pendekatan holistik. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan evaluasi yang lebih objektif dan komprehensif.
Progres Implementasi dan Target Sekolah Ramah Anak Natuna
Tahap persiapan monev dimulai dengan distribusi instrumen asesmen ke sekolah-sekolah untuk diisi secara mandiri pada Selasa, 5 Mei 2026. Selanjutnya, pada Jumat, 8 Mei 2026, dinas bersama para pemangku kepentingan mengunjungi langsung sekolah-sekolah tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi hasil evaluasi mandiri yang telah dilakukan oleh masing-masing SRA.
Hasil monev menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah yang dievaluasi sudah menerapkan enam indikator utama Sekolah Ramah Anak. Indikator tersebut meliputi kebijakan SRA yang jelas, pembelajaran ramah anak, ketersediaan tenaga pendidik yang terlatih, sarana prasarana yang mendukung, partisipasi aktif anak dalam pengambilan keputusan, serta peran orang tua dan masyarakat yang kuat. Capaian ini menunjukkan komitmen serius dari pihak sekolah.
Untuk masa depan, Pemkab Natuna memiliki target ambisius untuk menjadikan 10 satuan pendidikan formal sebagai SRA percontohan pada tahun 2026. Target ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Hasil monev ini akan menjadi bahan laporan penting dan acuan perbaikan berkelanjutan. Perbaikan ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman dan benar-benar ramah anak di seluruh Natuna.
Sumber: AntaraNews