Pemkab Donggala Perkuat Pendidikan Agama Lewat Program Tahfidz Anak, Targetkan Satu Desa Satu Hafidz
Pemerintah Kabupaten Donggala meluncurkan Program Tahfidz Anak yang melibatkan 44 peserta dari 10 kecamatan, bertujuan memperkuat pendidikan agama dan mencetak generasi Qur'ani.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, secara resmi memulai inisiatif baru berupa program pembinaan tahfidz Al-Qur'an bagi anak-anak. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat fondasi pendidikan keagamaan di seluruh wilayah Donggala. Program ini diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islami.
Inisiatif ini melibatkan sebanyak 44 anak-anak terpilih yang berasal dari 10 kecamatan berbeda di Kabupaten Donggala. Mereka akan menjalani pembinaan intensif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur'an. Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung selama tahun ajaran 2025/2026, dengan pusat pembinaan di sejumlah pondok pesantren yang telah ditunjuk.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan jangka panjang yang ambisius. Salah satunya adalah mewujudkan visi "satu desa satu tahfidz Al-Qur'an" di seluruh Donggala. Selain itu, program ini juga bertujuan memastikan ketersediaan qori dan qoriah berkualitas untuk berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) maupun Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) di masa mendatang.
Membangun Generasi Qur'ani Melalui Pembinaan Intensif
Program pembinaan tahfidz Al-Qur'an ini menjadi fokus utama Pemkab Donggala dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter. Sebanyak 44 anak dari berbagai kecamatan seperti Banawa, Banawa Tengah, Tanantovea, Labuan, Sindue, Sindue Tambusabora, Sindue Tobata, Sirenja, Balaesang, dan Sojol, telah terpilih untuk mengikuti program ini. Mereka akan mendapatkan bimbingan khusus dari para pengajar yang kompeten di pondok pesantren.
Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada hafalan semata, tetapi juga menekankan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Bupati Vera Elena Laruni menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memperluas cakupan pembinaan tahfidz dan hafalan Al-Qur'an hingga menjangkau seluruh pelosok wilayah Donggala. Ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang religius.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat mencetak generasi hafidz dan hafidzah yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an. Kehadiran para penghafal Al-Qur'an ini diharapkan dapat membawa cahaya Islam dan menjadi teladan bagi masyarakat Donggala. Investasi pada pendidikan agama ini dianggap krusial untuk masa depan daerah.
Visi Donggala Sejahtera Berlandaskan Kekuatan Moral
Bupati Vera Elena Laruni menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan komponen vital dalam pembangunan SDM di Kabupaten Donggala. Menurutnya, kemajuan suatu wilayah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik yang dibangun, tetapi juga dari integritas, kekuatan moral, dan nilai keimanan masyarakatnya. "Tentunya pemerintah daerah yakin bahwa kemajuan wilayah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan moral, integritas, dan nilai keimanan masyarakat," ujarnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya aspek spiritual dan moral dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan menyeluruh. Program tahfidz ini sejalan dengan visi misi pemerintah daerah, yaitu Donggala yang sejahtera, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan memperkuat pendidikan agama, Pemkab Donggala berupaya menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia dan memiliki daya saing tinggi.
Harapan besar disematkan pada program pembinaan tahfidz ini untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Generasi hafidz dan hafidzah yang lahir dari program ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif. Mereka akan membawa semangat keislaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Donggala di berbagai sektor kehidupan.
Sumber: AntaraNews