Pemerintah Kota Pangkalpinang Sasar 2.703 Jiwa Kelompok 3B dalam Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan 2.703 ibu hamil, menyusui, dan balita menerima Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadhan, berupaya menekan stunting di wilayahnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengumumkan bahwa sebanyak 2.703 jiwa dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) menjadi sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Inisiatif ini dilaksanakan secara khusus selama bulan suci Ramadhan guna mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting. Program MBG ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan gizi optimal bagi kelompok rentan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi, menegaskan bahwa program ini vital. Pelaksanaan MBG ini diharapkan mampu memberikan dampak positif signifikan terhadap kesehatan ibu dan anak di Pangkalpinang. Fokus pada kelompok 3B menunjukkan prioritas pemerintah kota dalam investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
Agustu Affendi juga menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis ini adalah instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Oleh karena itu, seluruh perangkat pemerintah daerah, mulai dari camat hingga lurah, diminta untuk bekerja sama secara sinergis. Tujuannya adalah memastikan setiap individu yang berhak mendapatkan manfaat dari program strategis nasional ini.
Cakupan dan Target Penerima Program MBG di Pangkalpinang
Pemerintah Kota Pangkalpinang telah mengidentifikasi total 4.726 orang dari kelompok 3B sebagai target penerima Program Makan Bergizi Gratis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.703 jiwa telah terlayani selama Ramadhan tahun ini. Mereka tersebar di 23 kelurahan di seluruh Kota Pangkalpinang, menunjukkan jangkauan awal program yang cukup luas.
Agustu Affendi merinci lebih lanjut bahwa dari 2.703 penerima MBG, terdapat 328 ibu hamil, 461 ibu menyusui, dan 1.914 balita non-PAUD. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai distribusi manfaat program di antara subkelompok 3B. Program ini dirancang untuk memberikan asupan gizi yang memadai pada periode krusial tumbuh kembang anak.
Meskipun demikian, masih ada 2.023 orang dari kelompok 3B yang belum dapat terlayani oleh Program Makan Bergizi Gratis. Mereka tersebar di 21 kelurahan yang berbeda, mengindikasikan adanya celah dalam implementasi awal program. Pemerintah kota terus berupaya mengatasi tantangan ini agar cakupan program bisa lebih maksimal.
Tantangan dan Upaya Perluasan Akses MBG
Kendala utama dalam perluasan cakupan Program Makan Bergizi Gratis adalah belum beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa kelurahan. Sebanyak 21 kelurahan masih menghadapi situasi ini, menyebabkan 142 ibu hamil, 186 ibu menyusui, dan 1.695 balita belum menerima manfaat. Situasi ini menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang.
DP3AKB Kota Pangkalpinang terus mendorong percepatan operasional SPPG di kelurahan-kelurahan yang belum aktif. Upaya ini krusial untuk memastikan bahwa seluruh kelompok 3B dapat mengakses makanan bergizi gratis selama bulan puasa Ramadhan. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan untuk mengatasi hambatan teknis dan administratif.
Pemerintah kota berharap agar seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi secara efektif. Program prioritas presiden ini membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak untuk mencapai targetnya dalam mengentaskan stunting. Dengan operasional SPPG yang optimal, diharapkan tidak ada lagi kelompok 3B yang terlewat dari program penting ini.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Program Nasional
Instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai pengentasan stunting menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ini. Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan nasional tersebut. Hal ini mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai tujuan bersama.
Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi, menekankan pentingnya kerja sama dari seluruh jajaran pemerintah daerah. Mulai dari camat hingga lurah, diharapkan dapat memastikan distribusi MBG berjalan lancar dan tepat sasaran. Kolaborasi ini esensial untuk keberhasilan program berskala nasional yang memiliki dampak langsung pada masyarakat.
Program MBG di Pangkalpinang bukan hanya sekadar pemberian makanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kualitas sumber daya manusia. Dengan dukungan penuh dan koordinasi yang baik, diharapkan angka stunting di Pangkalpinang dapat terus menurun. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Sumber: AntaraNews