Kemendukbangga/BKKBN Pastikan Distribusi MBG 3B di Denpasar Sesuai SOP
Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya dalam memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Denpasar berjalan lancar dan tepat sasaran, mendukung upaya pencegahan stunting di Bali.
Jakarta, 19 Januari – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Denpasar, Bali, telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mencegah stunting. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak terkait guna memastikan efektivitas program ini di lapangan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasi, menyatakan bahwa tim kerja terus berkoordinasi erat dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Tujuan utama dari koordinasi ini adalah untuk menjamin kelancaran distribusi MBG 3B, memastikan bantuan gizi sampai kepada sasaran yang tepat, dan sesuai dengan standar pemenuhan gizi yang telah ditentukan. Keterlibatan aktif dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program MBG 3B ini menyasar kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi optimal untuk tumbuh kembang yang sehat. Dengan penerapan SOP yang ketat, Kemendukbangga/BKKBN berupaya meminimalkan potensi kendala dan memaksimalkan dampak positif program terhadap kesehatan ibu dan anak di Denpasar. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan generasi penerus yang lebih sehat dan berkualitas.
Optimalisasi Distribusi MBG 3B Melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Denpasar dioptimalkan melalui kolaborasi erat antara Kemendukbangga/BKKBN dan berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Kerjasama ini melibatkan SPPG di masing-masing wilayah sasaran serta petugas lini lapangan seperti Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas di desa-desa terkait. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tahapan distribusi berjalan sesuai rencana dan menjangkau penerima manfaat secara efektif.
Salah satu SPPG yang telah aktif mendistribusikan MBG 3B adalah di Polda Bali. Dimulai pada hari ini, distribusi awal menyasar 32 penerima manfaat, terdiri dari 31 balita dan satu ibu hamil. Kepala SPPG Polda Bali, Made Mendra Arsana, menegaskan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung program ini.
Made Mendra Arsana juga menekankan pentingnya memastikan seluruh proses penyediaan dan pendistribusian MBG 3B memenuhi standar gizi serta keamanan pangan. Koordinasi yang kuat dengan Kemendukbangga/BKKBN dan petugas lini lapangan menjadi fondasi utama agar layanan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para sasaran. Komitmen ini mencerminkan dedikasi untuk mencapai tujuan program secara maksimal.
Peran SPPG dalam Pencegahan Stunting di Denpasar
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memegang peran krusial dalam upaya pencegahan stunting melalui program MBG 3B di Denpasar. Selain di Polda Bali, koordinasi dengan SPPG juga dilakukan di Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara. SPPG Dangin Puri Kangin, misalnya, telah beroperasi sejak 22 Desember 2025 dan kini melayani 315 penerima MBG 3B.
Penerima manfaat di Desa Dangin Puri Kangin meliputi 16 sasaran ibu hamil, 27 sasaran ibu menyusui, dan 272 balita non-PAUD yang tersebar di tujuh banjar atau Rukun Warga. Angka ini menunjukkan jangkauan program yang luas dan fokus pada kelompok-kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi. Keberadaan SPPG di tingkat lokal sangat membantu dalam menjangkau dan melayani masyarakat secara langsung.
Kepala SPPG Dangin Puri Kangin, Gede Ngurah Devin Indra Kusuma, menegaskan komitmen kuat pihaknya dalam mendukung percepatan perbaikan gizi masyarakat. Ia menyatakan bahwa SPPG Dangin Puri Kangin akan memberikan layanan MBG 3B secara konsisten dan berkualitas. Melalui koordinasi yang erat dengan Kemendukbangga/BKKBN dan pendamping keluarga, program ini diyakini dapat berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting di Denpasar.
Sumber: AntaraNews