Pekerja Kebut Pembangunan Huntap Bireuen, Target 1.000 Unit Rampung Pertengahan April
Pekerja lokal di Bireuen terus mempercepat Pembangunan Huntap Bireuen bagi korban bencana hidrometeorologi. Ribuan unit ditargetkan selesai pertengahan bulan ini.
Pekerja di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, tengah menggenjot pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana hidrometeorologi. Proyek vital ini berlokasi di Kuala Cerape, Kecamatan Jangka, dengan target penyelesaian yang ambisius. Setiap unit huntap diharapkan rampung dalam waktu 15 hari, menunjukkan kecepatan kerja yang luar biasa.
Pembangunan huntap ini menjadi prioritas utama untuk memastikan para korban bencana memiliki tempat tinggal yang layak. Rumah-rumah ini diperuntukkan bagi warga yang tempat tinggalnya rata dengan tanah akibat bencana. Seluruh proses pembangunan dilakukan di atas tanah milik pribadi para korban, memberikan rasa aman dan kepemilikan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Doli Mardian, mengonfirmasi bahwa ada 50 unit huntap yang mulai dibangun di Kuala Cerape. Secara keseluruhan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan 1.000 unit huntap di seluruh Kabupaten Bireuen, dengan target penyelesaian pada pertengahan April ini.
Progres Pembangunan Hunian Tetap di Bireuen
Pembangunan hunian tetap di Kuala Cerape menunjukkan progres signifikan berkat kerja keras para pekerja. Ridwan, salah satu pekerja di lokasi, menyatakan bahwa timnya terus mengebut pembangunan dengan target satu unit selesai dalam 15 hari. Kecepatan ini krusial mengingat kebutuhan mendesak akan tempat tinggal bagi para penyintas bencana.
Menariknya, sebagian besar pekerja yang terlibat dalam pembangunan huntap ini adalah warga setempat yang juga terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Keterlibatan mereka tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memberikan kesempatan kerja dan pemulihan ekonomi bagi komunitas yang terkena musibah. Mereka bertanggung jawab penuh atas konstruksi, sementara material seperti batako, semen, dan rangka baja dikirim langsung ke lokasi.
Setiap unit hunian tetap dirancang sederhana namun fungsional, terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Desain ini tidak menyertakan dapur dan teras, fokus pada penyediaan ruang inti yang aman dan nyaman. Model rumah ini dibangun di atas lahan milik korban bencana, memastikan keberlanjutan tempat tinggal mereka.
Dukungan Pemerintah dan Target Penyelesaian
Pembangunan huntap ini merupakan inisiatif bantuan pemerintah yang didukung penuh oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Peran BNPB sangat vital dalam menyediakan pendanaan dan koordinasi untuk proyek berskala besar ini. Bantuan ini bertujuan meringankan beban korban bencana dan mempercepat proses rehabilitasi pascabencana.
Doli Mardian, Kepala BPBD Kabupaten Bireuen, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memacu pembangunan huntap. Sebanyak 50 unit telah mulai dibangun di Kuala Cerape, dan target keseluruhan untuk Kabupaten Bireuen mencapai 1.000 unit. Seluruh unit ini diharapkan dapat selesai pada tanggal 15 April 2026, sesuai jadwal yang ditetapkan.
Koordinasi yang erat antara BNPB, BPBD, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Dengan dukungan material yang terorganisir dan tenaga kerja yang berdedikasi, harapan untuk mengembalikan kehidupan normal bagi korban bencana semakin nyata. Proyek ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pascabencana.
Sumber: AntaraNews