Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Hidrometeorologi Dimulai, Menteri PKP Targetkan Rampung Awal 2026

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait resmi memulai pembangunan hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara, ditargetkan selesai awal 2026, menegaskan komitmen negara dalam pemulihan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana Hidrometeorologi Dimulai, Menteri PKP Targetkan Rampung Awal 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait resmi memulai pembangunan hunian tetap bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara, ditargetkan selesai awal 2026, menegaskan komitmen negara dalam pemulihan. (AntaraNews)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait secara resmi memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara. Langkah ini menunjukkan komitmen negara untuk pemulihan cepat pascabencana. Presiden Joko Widodo mengerahkan seluruh kekuatan demi membantu masyarakat yang terdampak.

Peletakan batu pertama dilakukan di Lahan Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah, pada Minggu (21/12), didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Wakil Gubernur Sumut Surya. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2026. Fokus utama adalah mengembalikan kehidupan normal bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Maruarar Sirait menekankan pentingnya kerja cepat dan koordinasi antar semua pihak. “Negara hadir, Presiden mengerahkan semua kekuatan, koordinasi, dan keuangan. Kita kompak membantu rakyat kita. Mari kita bekerja cepat, lebih cepat dari biasa,” kata Maruarar. Seluruh elemen diminta untuk bekerja lebih cepat dari biasanya demi percepatan pemulihan.

Detail Lokasi dan Target Pembangunan Hunian Tetap

Kementerian PKP akan membangun sejumlah hunian tetap di beberapa wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara. Pada tahap awal, 200 unit akan dibangun di Sibolga, tepatnya di area Gelanggang Olahraga (GOR). Sebanyak 118 unit dialokasikan untuk Tapanuli Tengah di Asrama Haji Pinangsori.

Selanjutnya, 103 unit hunian tetap akan dibangun di Tapanuli Utara, berlokasi di Desa Sibalanga. Sementara itu, Tapanuli Selatan akan menerima 227 unit yang akan didirikan di Kebun Hapesong milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Total ribuan hunian akan tersebar di berbagai daerah terdampak bencana.

Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Sumut ini ditargetkan selesai pada awal tahun 2026. Menteri Maruarar Sirait berharap semua pihak dapat bekerja sama secara kompak dan efisien. “Saya berharap seluruh pihak bisa bekerja kompak dan lebih cepat,” tutur menteri yang akrab dipanggil Ara ini.

Komitmen Pemerintah dan Dukungan Pendanaan Pembangunan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada seluruh rumah yang terdampak bencana, termasuk kategori kerusakan ringan, sedang, dan berat. Pendataan menyeluruh sedang dilakukan untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam penanganan pascabencana.

Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat atau bahkan telah hilang, pemerintah akan membangunkan hunian tetap tanpa membebani korban bencana. “Semua dalam pendataan, ringan, sedang akan dibantu pembiayaannya. Rusak berat atau hilang juga dibantu, dibangunkan hunian tetap yang saat ini kita lakukan groundbreaking,” katanya. Sementara itu, rumah dengan kerusakan ringan dan sedang akan mendapatkan bantuan pembiayaan perbaikan.

Secara keseluruhan, pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana di wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, akan mencapai lebih dari 2.600 unit. Menariknya, pembangunan ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Yayasan Buddha Tzu Chi berkontribusi membangun 2.500 unit, dan dana pribadi Menteri PKP Maruarar Sirait juga turut mendukung.

Harapan dan Apresiasi untuk Percepatan Pemulihan

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan harapannya agar pembangunan hunian tetap ini dapat selesai tepat waktu. “Kita berharap hunian tetap ini tepat waktu, sehingga bisa langsung dihuni warga kita yang terdampak bencana. Jadi mereka tidak tinggal di pengungsian lagi,” kata Surya. Penyelesaian yang cepat akan memungkinkan warga terdampak bencana untuk segera menempati rumah baru mereka.

Surya juga meminta para korban bencana hidrometeorologi di Sumut untuk bersabar dan berpartisipasi aktif dalam mempercepat proses pembangunan. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk kelancaran proyek ini. Pemerintah terus berupaya maksimal untuk pemulihan kondisi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PKP, Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Apresiasi juga disampaikan kepada pihak swasta dan masyarakat yang bahu-membahu merehabilitasi pemukiman penduduk. “Saya harap korban bersabar, karena Presiden terus memonitor perkembangan pemulihan bencana di Sumut,” kata Surya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi