PDIP Soal Kadernya Bupati Bekasi Ade Kuswara Ditangkap KPK: Sudah Berkali-kali Diingatkan
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo merespons OTT KPK terhadap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan menegaskan partai menghormati proses hukum.
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang organisasi dan keanggotaan, Andreas Hugo, menanggapi penangkapan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Andreas, secara prinsip partai menghormati seluruh proses hukum, termasuk ketika kasus tersebut menimpa kader PDI Perjuangan.
“Seperti yang terjadi pada Bupati Bekasi atau Bupati Ponorogo. Partai pun oleh Ketua Umum, maupun pimpinan lainnya sudah berkali-kali mengingatkan kadernya untuk tidak melakukan tindakan koruptif dalam menjalankan tugas pemerintahan,” kata Andreas kepada awak media, Jumat (19/12).
Ia menegaskan bahwa partai tidak pernah mengajarkan kadernya untuk melakukan praktik korupsi.
“Yang pasti partai tidak pernah mengajarkan kadernya untuk korupsi, sehingga ketika terjadi kasus seperti ini, tentu adalah tanggung jawab pribadi,” imbuhnya.
KPK Tegakan Hukum Secara Adil
Terkait kemungkinan pendampingan hukum bagi Ade Kuswara Kunang, Andreas menyebut dirinya tidak berada pada posisi untuk memberikan keterangan lebih jauh.
Ia menyarankan hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pimpinan partai yang membidangi urusan hukum.
“Kalau diminta untuk pendampingan dalam proses peradilan tentu partai melalui Badan Partai yang membidangi hukum. Namun demikian, partai tidak akan menyerah untuk tetap mendidik kadernya untuk tidak melakukan tindakan koruptif,” jelasnya.
Di sisi lain, Andreas berharap KPK menjalankan penegakan hukum secara adil dan tidak tebang pilih.
“Masyarakat pun tahu dan melihat banyak indikasi kasus yang lebih besar yang seharusnya ditindak lanjuti, namun didiamkan, bahkan lenyap begitu saja,” tandasnya.