Operasi SAR Pencarian Nurpine di Hutan Barsel Memasuki Hari Kelima
Tim SAR Gabungan terus intensifkan Operasi SAR Pencarian Nurpine, wanita berusia 74 tahun yang hilang di hutan Desa Danau Bambure, Barito Selatan, memasuki hari kelima. Akankah berhasil ditemukan?
Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan di Kalimantan Tengah tengah berupaya keras menemukan Nurpine, seorang wanita berusia 74 tahun yang dilaporkan hilang di Hutan Desa Danau Bambure, Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Pencarian yang melibatkan berbagai unsur ini telah memasuki hari kelima sejak laporan kehilangan diterima. Upaya maksimal terus dilakukan untuk menemukan keberadaan korban di tengah medan hutan yang luas dan menantang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, menyatakan bahwa operasi pencarian ini telah berlangsung intensif sejak informasi diterima. Tim SAR Gabungan dikerahkan segera setelah mendapatkan laporan mengenai hilangnya Nurpine. Fokus utama tim adalah menyisir area hutan yang menjadi lokasi terakhir terlihatnya korban sebelum dinyatakan hilang.
Hingga saat ini, Nurpine belum berhasil ditemukan, meskipun berbagai metode dan alat canggih telah digunakan dalam proses pencarian. Keluarga dan masyarakat setempat turut serta dalam upaya pencarian, menunjukkan solidaritas kuat di tengah situasi sulit ini. Koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mengoptimalkan setiap langkah pencarian yang dilakukan.
Kronologi Hilangnya Nurpine di Hutan
Nurpine, wanita berusia 74 tahun, terakhir kali terlihat pada Jumat (16/1) saat pergi menuju hutan Desa Danau Bambure. Namun, hingga keesokan harinya, ia tidak kunjung kembali ke rumah, menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga dan warga sekitar. Keluarga dan tetangga segera melakukan pencarian awal di sekitar kediaman serta area hutan, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Nurpine.
Melihat kondisi tersebut, informasi mengenai hilangnya Nurpine kemudian disampaikan kepada pihak berwenang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, segera merespons laporan ini. Ia menginstruksikan Kasubsi Operasi dan Siaga Maulana Abdillah untuk memberangkatkan tim Rescue dari Kantor SAR Palangka Raya.
Tim SAR Gabungan diberangkatkan untuk memulai Operasi SAR Pencarian Nurpine, mengingat pentingnya kecepatan dalam kasus orang hilang. Koordinasi cepat dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan semua sumber daya dapat dimobilisasi. Langkah-langkah awal ini sangat krusial untuk memperbesar peluang penemuan korban di area hutan yang luas.
Strategi dan Tim Pencarian SAR Gabungan
Dalam Operasi SAR Pencarian Nurpine, Tim Basarnas Palangka Raya berkoordinasi erat dengan berbagai unsur SAR lainnya. Unsur-unsur yang terlibat meliputi Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Koramil Dusun Utara, Polsek Dusun Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, dan Damkar Barito Selatan. Selain itu, keluarga korban dan masyarakat sekitar turut aktif membantu proses pencarian.
Koordinator lapangan Tim Basarnas, Antonius, menjelaskan bahwa pencarian terus diupayakan sesuai dengan area pencarian yang telah ditentukan. Strategi pencarian juga dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi modern, termasuk penggunaan Drone Thermal. Alat ini diharapkan dapat mempermudah identifikasi keberadaan korban, terutama di area yang sulit dijangkau atau dengan visibilitas rendah.
Penggunaan Drone Thermal menjadi salah satu upaya inovatif dalam Operasi SAR Pencarian Nurpine, menunjukkan komitmen tim untuk memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia. Meskipun demikian, tantangan medan hutan yang lebat dan luas tetap menjadi hambatan utama. Tim terus bekerja tanpa henti dengan harapan dapat segera menemukan Nurpine dan mengembalikannya kepada keluarga.
Upaya Berkelanjutan di Tengah Tantangan Pencarian
Hingga berita ini diterbitkan, Nurpine masih belum ditemukan, namun Tim SAR Gabungan tetap berkomitmen penuh untuk melanjutkan pencarian. Setiap hari, tim melakukan penyisiran area yang telah dipetakan, dengan fokus pada titik-titik yang dianggap potensial. Kondisi cuaca dan medan hutan menjadi faktor penting yang terus diperhitungkan dalam setiap operasi.
Kerja sama antara instansi pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kekuatan utama dalam Operasi SAR Pencarian Nurpine ini. Semangat gotong royong terlihat jelas dari keterlibatan berbagai pihak yang bahu-membahu dalam upaya kemanusiaan ini. Dukungan logistik dan personel terus dipastikan agar pencarian dapat berjalan efektif dan efisien.
Tim SAR Gabungan akan terus mengupayakan pencarian Nurpine dengan berbagai alat dan metode yang dimiliki, hingga batas waktu yang ditentukan atau hingga korban berhasil ditemukan. Harapan besar tetap menyertai setiap langkah pencarian, agar Nurpine dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Seluruh pihak berharap Operasi SAR Pencarian Nurpine ini segera membuahkan hasil positif.
Sumber: AntaraNews