Basarnas Terus Lakukan Pencarian Lansia Tersesat di Hutan Selayar
Basarnas Makassar bersama tim gabungan melanjutkan operasi pencarian Abdul Wahab, seorang lansia berusia 70 tahun yang tersesat di hutan Selayar sejak Minggu, 26 Januari 2026.
Basarnas Makassar bersama tim SAR gabungan terus mengintensifkan operasi pencarian Abdul Wahab, seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 70 tahun yang dilaporkan hilang. Abdul Wahab tersesat di Kawasan Hutan Kebun Alasa, Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sejak Minggu, 26 Januari 2026.
Keluarga korban melaporkan kehilangan Abdul Wahab pada Rabu, 28 Januari 2026, setelah ia tidak kunjung pulang ke rumahnya di Desa Tanete. Sebelumnya, Abdul Wahab diketahui mengunjungi keluarganya di Dusun Unjuruyya, Tanete, pada Sabtu, 25 Januari 2026, dan sejak itu tidak kembali.
Operasi pencarian ini telah memasuki hari ketiga pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan harapan besar dapat menemukan korban dalam kondisi selamat. Tim SAR gabungan mengerahkan segala upaya dan sumber daya untuk menyisir area hutan yang luas serta menantang di Selayar.
Kronologi Hilangnya Abdul Wahab di Hutan Selayar
Abdul Wahab, seorang lansia berusia 70 tahun, dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya setelah tidak kembali dari kunjungan ke kerabat. Ia terakhir terlihat pada Minggu, 26 Januari 2026, siang hari di area Hutan Alasa, Tanete, sebelum keberadaannya tidak diketahui lagi hingga saat ini. Keluarga baru melaporkan kejadian ini kepada Basarnas Makassar setelah beberapa hari korban tidak pulang ke rumah, memicu kekhawatiran serius.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat di Selayar. Hutan Alasa dikenal memiliki medan yang cukup menantang dengan vegetasi lebat, sehingga setiap jam sangat berharga dalam upaya pencarian. Laporan cepat dari masyarakat sangat membantu tim SAR dalam menentukan area fokus pencarian awal.
Tim SAR gabungan segera merespons laporan tersebut dengan menyusun strategi pencarian yang efektif dan terkoordinasi. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini di wilayah terpencil. Setiap informasi dari warga sekitar sangat berarti untuk mempersempit area pencarian dan menemukan petunjuk baru.
Operasi Pencarian Intensif oleh Tim SAR Gabungan
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa operasi SAR pencarian dilanjutkan dengan membagi tim menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit). Pembagian tim ini bertujuan untuk memaksimalkan cakupan area penyisiran di hutan Selayar yang luas dan kompleks. Setiap SRU memiliki tugas dan area tanggung jawab masing-masing untuk efisiensi.
Penyisiran dilakukan di sisi kiri dan kanan jalur setapak yang diduga dilalui korban, masing-masing sejauh lima kilometer dari titik terakhir terlihat. Tim menggunakan teknik ESAR (Expanded Search and Rescue) untuk membantu proses pencarian di medan yang sulit dan meminimalkan risiko bagi personel. Teknik ini diharapkan dapat mempercepat penemuan korban yang tersesat.
Operasi pencarian pada hari ketiga ini melibatkan Pos SAR Selayar, BPBD Selayar, Polsek Bontomatene, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat yang turut berpartisipasi. Sinergi antara berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kuat untuk menemukan Abdul Wahab dalam kondisi apapun. Basarnas Makassar juga telah menyiapkan langkah evakuasi dan penanganan medis jika korban ditemukan membutuhkan perawatan darurat.
Basarnas Makassar mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Abdul Wahab agar segera melapor kepada tim SAR terdekat. Informasi sekecil apapun dapat sangat membantu mempercepat proses pencarian dan penyelamatan di tengah hutan. Prosedur darurat juga telah disiapkan untuk personel di lapangan jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan selama operasi.
Sumber: AntaraNews