Basarnas Intensifkan Pencarian Wanita Hilang di Sungai Martapura
Basarnas Banjarmasin mengerahkan tim lengkap untuk Pencarian Wanita Hilang di Sungai Martapura, Rini (34), yang diduga tenggelam saat memancing. Apa penyebab hilangnya korban?
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah memulai operasi SAR intensif untuk mencari seorang wanita bernama Rini (34) yang diduga tenggelam di Sungai Martapura. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Kamis malam, setelah Rini pergi memancing seorang diri. Tim Basarnas bergerak cepat setelah menerima laporan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya korban.
Rini, yang merupakan warga Kertak Baru Hilir, terakhir terlihat oleh warga sekitar pukul 14.00 WITA pada hari Kamis, beberapa jam setelah ia berangkat memancing. Kecurigaan muncul ketika ibu korban menemukan sepeda motor dan alat pancing Rini di lokasi, namun Rini sendiri tidak ada. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan keselamatannya.
Menanggapi laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin segera memberangkatkan tim rescue lengkap dengan berbagai peralatan canggih untuk menyisir area Sungai Martapura. Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur gabungan, menunjukkan komitmen untuk menemukan Rini secepat mungkin di tengah dugaan kuat bahwa ia terjatuh ke sungai.
Kronologi Hilangnya Rini di Sungai Martapura
Rini, seorang wanita berusia 34 tahun, diketahui pergi memancing di Sungai Martapura sejak pukul 13.00 WITA pada hari Kamis. Keberadaannya terakhir kali terpantau oleh warga sekitar lokasi kejadian pada pukul 14.00 WITA. Setelah itu, tidak ada lagi yang melihat Rini di area tersebut.
Dugaan hilangnya Rini semakin kuat ketika ibunya mendatangi lokasi memancing pada pukul 15.00 WITA. Di sana, sang ibu hanya menemukan sepeda motor dan alat pancing milik Rini yang tergeletak. Namun, Rini sendiri sudah tidak berada di tempat, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan keluarga dan warga setempat.
Situasi ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang, yang kemudian diteruskan ke Basarnas Banjarmasin. Penemuan barang-barang pribadi korban tanpa kehadirannya menjadi indikasi awal bahwa sesuatu yang tidak diinginkan mungkin telah terjadi di Sungai Martapura.
Respons Cepat Basarnas Banjarmasin
Laporan mengenai hilangnya Rini diterima oleh Basarnas Banjarmasin dari rekan potensi SAR, Rescue 911, sekitar pukul 22.45 WITA. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banjarmasin, I Putu Sudayana, segera merespons dengan cepat. Ia langsung memberangkatkan satu tim rescue yang terdiri dari enam personel.
Tim rescue diberangkatkan pada pukul 23.00 WITA untuk melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian. Mereka membawa sejumlah alat utama yang esensial untuk operasi pencarian di air. Peralatan tersebut termasuk satu unit rescue car, satu unit rubber boat atau perahu karet, dan aqua eye sebagai alat pendeteksi objek di bawah air.
Selain itu, tim juga dilengkapi dengan dua set peralatan selam serta peralatan water rescue dan pendukung lainnya. Fokus awal pencarian adalah menyisir area di sekitar titik ditemukannya barang-barang milik korban, baik di permukaan maupun di bawah air, untuk memaksimalkan peluang penemuan.
Dugaan Penyebab dan Upaya Pencarian Terkoordinasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rini diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa korban mungkin terjatuh dan tenggelam ke sungai saat beraktivitas seorang diri. Faktor riwayat kesehatan ini menjadi pertimbangan penting dalam strategi pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.
I Putu Sudayana menegaskan bahwa operasi pencarian ini melibatkan unsur gabungan untuk memastikan koordinasi yang maksimal dan efektivitas. Tim gabungan terdiri dari Basarnas Banjarmasin, Polairud Banjarmasin, relawan Rescue 911, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan Rini.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan koordinasi dan pemantauan awal di lokasi kejadian. Kondisi cuaca di area pencarian dilaporkan cerah berawan, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi SAR. Semua pihak berupaya keras untuk menemukan Rini dalam keadaan selamat.
Sumber: AntaraNews