Nunung Srimulat Obati Kanker lewat SWICC, Ini Penjelasannya
Tri Retno Prayudati atau yang lebih dikenal dengan Nunung Srimulat, merupakan satu dari ratusan pasien kanker telah menjalani pengobatan lewat SWICC.
Tri Retno Prayudati atau yang lebih dikenal dengan Nunung Srimulat, merupakan satu dari ratusan pasien kanker telah menjalani pengobatan lewat Suherman Widyatomo Integrated Cancer Centre (SWICC).
Komedian legendaris ini sebelumnya dinyatakan menderita kanker payudara stadium IIB tipe triple negatif. Setelah berupaya mendapatkan pengobatan kanker, Nunung akhirnya ditangani oleh tim dokter onkologi SWICC di Sentra Medika Hospital Group.
Nunung berharap dengan hadirnya SWICC, dapat memudahkan pasien kanker lainnya mendapatkan pengobatan, bukan hanya di sekitar wilayah Bogor, tapi dapat menjangkau daerah lainnya bahkan seluruh Indonesia.
Dia juga sangat terkesan, SWICC tidak membeda-bedakan pelayanan pasien BPJS dan pasien non-BPJS. Nunung juga mengajak perempuan-perempuan Indonesia agar tidak takut memeriksakan diri bila sudah terdeteksi memiliki kanker dalam tubuhnya dan sedini mungkin melakukan periksa payudara sadari (SADARI).
SWICC merupakan sebuah pusat layanan kanker terintegrasi yang akan menjadi tonggak baru dalam transformasi pelayanan onkologi di Indonesia. SWICC mulai beroperasi pada 18 Juni 2025 di Kabupaten Bogor.
"Keunggulan SWICC terletak pada pendekatan klinis yang terintegrasi secara menyeluruh melalui berbagai layanan utama," kata President Director Sentra Medika Hospital Group Eddy Soeharso dalam keterangan tertulis, Jumat (20/6).
Di antara layanan utamanya adalah tim profesional multidisiplin, bedah onkologi dan onkoplastik, teknologi radioterapi mutakhir hingga perawatan paliatif komprehensif
SWICC memiliki visi mencapai pelayanan kanker terintegrasi di Indonesia. Sementara 4 misi utama SWICC yaitu memberikan layanan integrasi/multidisiplin tim untuk memastikan pelayanan SWICC dapat memenuhi kebutuhan pasien.
Perawatan kanker yang berpusat pada pasien mulai dari skrining, pengobatan hingga paliatif. Kemudian mengembangkan terapi medis terkini untuk memberikan pengalaman pasien yang terbaik. Dan terakhir mengembangkan pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan teknologi kedokteran untuk pengobatan kanker yang inovatif.