Radiasi HP Bisa Sebabkan Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?
Selain radiasi HP, pemakaian bra berkawat disebut-sebut bisa sebabkan kanker payudara. Apakah benar?
Lebih dari 68.800 wanita di Indonesia terkena kanker payudara. Data ini berdasarkan temuan Globocan (Global Cancer Observatory) tahun 2020.
Di tengah banyaknya kasus tersebut, muncul informasi beragam penyebab kanker payudara. Di antaranya, radiasi handphone (HP) bisa memicu kanker payudara.
Konsultan Senior dan Dokter Spesialis Bedah Payudara di Solis Breast Care and Surgery Centre, Tang Siau Wei menegaskan, informasi tersebut tidak benar. Dia memastikan radiasi bisa memicu kanker payudara hanya mitos semata.
“Itu tidak benar,” kata Tang, Kamis (24/4).
Informasi lain juga menyebutkan pemakaian bra berkawat bisa sebabkan kanker payudara. Sebab, kawat pada bra dianggap memicu aliran cairan getah bening ke pembuluh darah terganggu, sehingga menimbulkan penumpukan racun yang mengakibatkan kanker.
Sama seperti radiasi HP, Tang mengatakan, pemakaian bra berkawat bisa sebabkan kanker payudara hanya mitos. Tidak ada hasil penelitian yang membuktikan keterkaitan bra berkawat dengan kanker payudara.
Banyak Pasien RI ke Solis
Tang mengungkapkan, Solis Breast Care and Surgery Centre melayani cukup banyak pasien dari Indonesia. Bahkan, dalam setahun ada sekitar 300 hingga 400 pasien.
Mereka datang dengan beragam keluhan. Ada kanker payudara, masalah menyusui, hingga sekadar skrining kesehatan.
Khusus kanker payudara, lanjut dia, rata-rata pasien asal Indonesia datang dengan kondisi sudah stadium dua atau tiga.
“Kebanyakan pasien Indonesia datang ke Singapura ada campur-campur. Kebanyakan ada benjolan, stadium dua, tiga,” ucapnya.
Perawatan Terintegrasi
Menurut Tang, Solis Breast Care and Surgery Centre menangani pasien kanker payudara dengan cepat. Pasien tak dibuat menunggu lama untuk mendapatkan penanganan.
Dia menyebut, Solis Breast Care and Surgery Centre menyediakan perawatan kanker payudara yang terintegrasi. Dimulai dari pusat radiologi lanjutan dan patologi atau advanced radiology centre.
Dengan tim inhouse patologi dan fasilitas day care surgery, para ahli bedah membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat. Sehingga meningkatkan hasil pengobatan dan mengurangi kebutuhan prosedur lanjutan. Proses pemulihan pasien pun jadi lebih cepat.
Selain itu, Solis Breast Care and Surgery Centre menyediakan pendekatan bedah yang presisi, termasuk lumpectomy, mastectomy, dan teknik onkoplastik, serta prosedur minimal invasive dan biopsi terpadu.
Metode ini memastikan diagnosis yang akurat dan komprehensif sejak tahap awal demi pemulihan yang lebih cepat.
Terakhir, menawarkan perawatan berbasis terapi personalisasi, terapi target, serta akses ke uji klinis terbaru, untuk memberikan pendekatan pengobatan yang sesuai dengan karakteristik biologis kanker pada masing-masing pasien.
“Keberhasilan perawatan sangat dipengaruhi oleh ketepatan strategi sejak tahap diagnosis hingga terapi. Pasien perlu berada di pusat layanan yang tepat, di tangani tim multidisiplin dengan pengalaman dan jam terbang yang memadai,” ujar Tang.