Fakta atau Mitos? Deodoran Disebut Penyebab Kanker Payudara, Dokter Bedah Angkat Bicara
Banyak yang khawatir bahwa pemakaian deodoran atau antiperspiran dapat memicu masalah kesehatan serius.
Isu mengenai deodoran sebagai salah satu pemicu kanker payudara kembali mencuat dan ramai dibicarakan publik. Banyak yang khawatir bahwa pemakaian deodoran atau antiperspiran dapat memicu masalah kesehatan serius.
Menanggapi hal tersebut, dr. Denni Joko Purwanto yang merupakan dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi RS EMC Alam Sutera memberikan penjelasan sekaligus meluruskan informasi yang beredar.
Diunggah di kanal YouTube Merdeka.com pada Rabu (26/11). sang dokter menegaskan bahwa penggunaan deodoran tidak terbukti menyebabkan kanker payudara, selama digunakan dalam batas normal dan produk yang dipakai telah terjamin keamanannya.
Tidak Perlu Takut, Asal Pemakaian Wajar
dr. Denni Joko Purwanto yang merupakan dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi RS EMC Alam Sutera Menjelaskan bahwa deodoran dan antiperspiran sudah melalui proses uji keamanan sebelum beredar di pasaran.
"Dalam pemakaian yang normal, sebetulnya aman. Asal deodoran itu memang sudah terjamin keamanannya, tidak perlu khawatir. Jangan berlebihanlah," ujarnya dr. Denni Joko Purwanto yang di unggah pada akun YouTube Merdeka.com.
Ia menyarankan masyarakat untuk tetap memperhatikan kebersihan tubuh sebagai langkah utama mengatasi bau badan, bukan mengandalkan deodoran secara berlebihan.
"Kalau misalkan sudah mulai bau, jangan diodorin lagi. Mandi aja udah. Itu pilihan paling benar,” ujarnya dr. Denni.
Bau Badan Berlebihan? Tetap Bukan Salah Deodoran
dr. Denni Joko Purwanto yang pernah menjadi pelatih penampilan di sebuah supermarket juga menyinggung pentingnya menjaga aroma tubuh, khususnya bagi pekerja yang banyak berinteraksi dengan orang lain.
"Cobalah jangan terlalu gak enak baunya. Tapi jangan terlalu wangi juga. Kalau terlalu wangi, customer bingung. Salah fokus jadinya," ujarnya dr. Denni.
Namun, ia menegaskan kembali bahwa bau badan yang kuat bukan menandakan deodoran berbahaya, melainkan soal kebersihan dan kondisi tubuh yang perlu diperhatikan.
Jaga Kebersihan Tetap Jadi Kunci
Isu kesehatan sering kali membuat masyarakat panik, terutama jika dikaitkan dengan kanker. Namun, dr. Denni Joko Purwanto tersebut mengingatkan bahwa hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan deodoran memicu kanker payudara.
Ia menutup penjelasannya dengan pesan sederhana namun penting
"Jaga kesehatan dan kebersihan. Kebersihan itu adalah pangkal kesehatan." kata dr. Denni.
Dengan klarifikasi ini, masyarakat diharapkan lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum terbukti secara medis, terutama terkait produk sehari-hari seperti deodoran.
Reporter Magang: Ahmad Subayu