Ngaku Bersama Gubernur, Fadia Arafiq Tegaskan Tak Terjaring OTT KPK
Fadia menjelaskan, kepentingannya bertemu dengan Ahmad Luthfi bertujuan meminta izin untuk tidak ikut hadir di acara Rapat Koordinasi MBG.
Fadia Arafiq membantah kabar dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3) dini hari. Ia menegaskan, saat tim KPK mendatangi rumahnya di Pekalongan, dirinya justru tengah berada di Semarang Bersama Ahmad Luthfi.
"Saya tidak OTT, tidak ada barang apapun yang diambil, dan pada saat penangkapan saya, mereka menggerebek ke rumah (Pekalongan), saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah (di Semarang), jadi saya tidak ada OTT apapun," ujar Fadia saat digelandang ke mobil tahanan oleh penyidik dengan mengenakan rompi oranye di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).
Rapat MBG
Fadia menjelaskan, kepentingannya bertemu dengan Ahmad Luthfi bertujuan meminta izin untuk tidak ikut hadir di acara Rapat Koordinasi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di Semarang pada 3 Maret 2026. Hanya saja, Fadia tidak mendetailkan waktu dan tempat pertemuan tersebut.
"(Di Semarang) membahas izin bahwa sebab saya nggak bisa hadir acara MBG," jelas Fadia.
Mobil Tahanan
Sebelum masuk mobil tahanan, Fadia juga membantah menerima uang sepeser pun dari dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan.
"Barang serupiah pun, Demi Allah nggak ada," kata dia.
Sebahai informasi, dalam operasi kali ini, sebanyak 14 pihak digelandang ke Jakarta. Mereka tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3) dalam 2 kloter.
Kloter Pertama
Kloter pertama terdiri dari 3 orang, yakni Bupati Fadia Arafiq, orang kepercayaan dan ajudannya yang tiba di gedung KPK pada Pukul 10.35 WIB.
Ketiganya ditangkap di wilayah Semarang. Sisanya, termasuk Sekda Pekalongan Mohammad Yulian Akbar tiba di gedung Merah Putih KPK pada Pukul 21.05 WIB menggunakan bus pariwisata berwarna kuning.