Nasib PPIH 2026 di Kemenag atau BPIH? Ini Penjelasan Dirjen PHU
Prof Hilman mengingatkan pembentukan PPIH 2026, seharusnya sudah mulai Agustus 2025 karena banyak hal harus dipersiapkan.
Pembentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026, menjadi tanggung jawab Kementerian Agama atau Badan Pelaksana Haji (BPH) masih tanda tanya. Direktur Jenderal Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Prof Hilman Latief menyebut untuk hal tersebut masih menunggu regulasi pemerintah.
Prof Hilman mengatakan, saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih menggodok Undang-Undang BPH RI. Ia menyebut, saat ini UU BPH RI sudah dikembalikan ke Komisi VIII DPR RI
"Mungkin nanti tim-nya juga disusun, data inventaris masalah dari pemerintah untuk mungkin ada catatan-catatan perbaikan sesuai dengan kondisi di Tanah Suci, karena memang regulasi itu berlaku untuk kita," ujarnya usai menghadiri Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Makassar di Hotel Pantai Wisata Galesong Takalar, Senin (21/7).
UU tersebut, katanya, akan menjawab siapa yang akan berwenang untuk membentuk PPIH tahun 2026. Selama ini, pembentukan PPIH ada di tangan Kemenag dalam hal ini Ditjen PHU.
"PPIH-nya itu siapa yang membentuk, karena sampai hari ini memang masih di Kemenag. Mungkin kalau regulasinya sudah selesai, PPIH-nya yang membentuk apakah dari badan atau masih Kemenag. Nah itu yang tunggu," tuturnya.
Pembentukan PPIH 2026 Paling Lambat Agustus
Meski demikian, Prof Hilman mengingatkan pembentukan PPIH 2026, seharusnya sudah mulai Agustus 2025. Hal itu, dikarenakan persiapan untuk pelaksanaan ibadah haji 2026 cukup banyak.
"Cuma masalahnya yang harus kita tuntaskan adalah mulai Agustus besok, tetap persiapan harus dilakukan sejak dini. Nah ini persoalannya," kata dia.
Prof Hilman yakin dengan adanya regulasi pelaksanaan ibadah haji, maka tidak akan tumpang tindih antara BPH dan Kemenag RI. Ia juga menyebut pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menyangkut satu institusi.
"Pelaksanaan haji itu tidak bisa sendirian, ada Kementerian Luar Negeri, ada Imigrasi, ada KKP, Kementerian Kesehatan, kementerian-kementerian yang lain gitu ya," tegasnya.
Ia menegaskan kesuksesan pelaksanaan ibadah haji karena adanya kolaborasi dengan seluruh pihak.
"Semuanya harus merupakan kolaborasi, sinergi agar prosesnya sukses. Itu bisa kita capai kalau kolaborasinya bisa berjalan lancar," tuturnya.
Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Embarkasi Makassar
Sementara itu untuk evaluasi pelaksanaan ibadah haji di Embarkasi Makassar, Prof Hilman menyebut banyak peningkatan. Jika pada tahun 2024, evaluasi terkait dengan transportasi, khususnya masalah pesawat, tetapi tahun ini tidak ada kendala.
"Alhamdulillah banyak peningkatan yang dialami untuk Embarkasi Makassar, baik untuk layanan di Asrama Embarkasi maupun untuk penerbangan," kata dia.
Ia juga sempat menyinggung kejadian terbakarnya mesin pesawat saat pelaksanaan ibadah haji tahun 2024. Akibat masalah tersebut, jadwal keberangkatan jemaah haji menjadi bermasalah.
"Kita tidak mendapatkan ada laporan yang signifikan terkait dengan penerbangan. Misalnya berbeda dengan tahun lalu, ada beberapa masalah teknis yang berdampak pada penundaan penerbangan di Embarkasi Makassar. Pesawatnya rusak, kemudian juga perbaikan yang membutuhkan waktu lama, dan lain-lain," kata dia.
Meski demikian, Prof Hilman memberikan catatan terkait peningkatan jumlah jemaah haji yang meninggal dunia. PPIH Embarkasi Makassar mencatat pada ibadah haji 2025 tercatat ada 40 jemaah meninggal dunia.
"Dari segi kesehatan, tadi disampaikan ada 40 jemaah yang wafat. Tentu ini kita harapkan di tahun-tahun akan datang, PPIH kita di Embarkasi bekerja sama dengan KKP dan Kementerian Kesehatan, itu lebih intensif, lebih solid, bisa memberangkatkan jemaah yang betul-betul kategori istitoah-nya optimal. Sehingga upaya kita untuk mengurangi tingkat wafatnya jamaah di Tanah Suci bisa kita lakukan," ucapnya.
Sementara Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ali Yafid mengaku bersyukur pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 berjalan dengan baik. Ia menyebut semua proses dari pemberangkatan hingga kepulangan jemaah haji berjalan dengan baik dan lancar.
"Ini berkat kerja sama yang baik antar semua unit terkait dalam penyelenggaraan operasional ibadah haji Embarkasi Makassar," ucapnya.