Momen Unik Kedatangan Trump di KTT ASEAN Malaysia: Berjoget dan Kibarkan Bendera, Disambut Anwar Ibrahim
Presiden AS Donald Trump tiba di Malaysia untuk KTT ASEAN ke-47, disambut PM Anwar Ibrahim. Saksikan momen unik kedatangan Trump di KTT ASEAN yang berjoget dan kibarkan bendera!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, pada Minggu pagi, 26 Oktober. Kedatangan ini bertujuan untuk menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-47 ASEAN.
Trump mendarat sekitar pukul 09.50 waktu setempat dan disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di bawah tangga pesawat. Sambutan hangat ini menandai dimulainya partisipasi Trump dalam forum regional penting tersebut.
Selama kunjungannya, Trump dijadwalkan untuk terlibat dalam berbagai agenda diplomatik. Ini termasuk menyaksikan penandatanganan deklarasi damai serta mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara anggota ASEAN.
Sambutan Meriah untuk Presiden Trump di Malaysia
Kedatangan Presiden Donald Trump di Malaysia disambut dengan kemeriahan khas lokal. Otoritas Malaysia telah menyiapkan tarian-tarian penyambutan yang memukau di landasan udara KLIA.
Berdasarkan pantauan dari media center KTT ASEAN, Trump sempat terlihat berjoget mengikuti irama tarian yang dipersembahkan untuknya. Momen ini menarik perhatian banyak pihak yang menyaksikan.
Tidak hanya itu, Presiden Trump juga menunjukkan interaksi yang akrab dengan mengibarkan bendera Malaysia dan bendera Amerika Serikat. Ia memperoleh kedua bendera tersebut dari peserta penyambutan dan mengibarkannya dengan kedua tangannya.
Setelah prosesi penyambutan, PM Anwar Ibrahim dan Presiden Trump kemudian menaiki kendaraan limosin hitam secara bersama-sama. Mereka bertolak menuju lokasi utama penyelenggaraan KTT ASEAN.
Agenda Diplomatik Trump di KTT ASEAN
Presiden Trump tiba di Malaysia setelah acara pembukaan KTT ASEAN selesai dilaksanakan. Meskipun demikian, agenda diplomatiknya tetap padat dan strategis.
Salah satu agenda penting yang akan disaksikan oleh Presiden Trump adalah penandatanganan deklarasi damai antara Thailand dan Kamboja. Peristiwa ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas regional.
Selain itu, Presiden Trump juga dijadwalkan untuk mengadakan serangkaian pertemuan bilateral dengan Malaysia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Dialog ini bertujuan untuk mempererat hubungan kerja sama.
Pertemuan tersebut juga mencakup dialog dengan negara-negara mitra wicara ASEAN yang turut hadir. Ini menunjukkan komitmen Amerika Serikat dalam menjalin kemitraan strategis di kawasan Asia Tenggara.
Perkembangan Penting Lain di KTT ASEAN: Keanggotaan Timor-Leste
Sebelum kedatangan Presiden Trump, KTT ASEAN ke-47 telah mencatat tonggak sejarah penting lainnya. Negara-negara anggota ASEAN telah melakukan penandatanganan keanggotaan penuh Timor-Leste.
Dengan penandatanganan ini, Timor-Leste resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN, melengkapi keluarga besar organisasi regional tersebut. Ini merupakan momen bersejarah bagi Timor-Leste dan ASEAN.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dalam sambutannya di acara pembukaan KTT ASEAN, menegaskan makna penting kehadiran Timor-Leste. "Kehadiran Timor-Leste di ASEAN memberikan makna baru bagi Visi Masyarakat ASEAN 2045," ujarnya.
PM Anwar juga menekankan bahwa Timor-Leste akan mendapatkan dukungan kuat dari negara anggota ASEAN lain. Dukungan ini mencakup aspek pembangunan dan otonomi strategis Timor-Leste di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews