Presiden Prabowo Subianto menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, pada Minggu (26/10). Ia tiba sekitar pukul 08.20 waktu setempat dengan mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam tradisional.
Dalam momen tersebut, Prabowo menerima sambutan yang sangat hangat dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, selaku tuan rumah. Keduanya terlihat berpelukan dan bersalaman akrab, menunjukkan kedekatan layaknya sahabat lama.
Pertemuan ini menjadi sorotan, tidak hanya karena keakraban kedua pemimpin, tetapi juga karena agenda penting KTT yang akan membahas penguatan kerja sama regional. KTT ini juga menandai bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN.
Advertisement
Advertisement
PM Anwar Ibrahim menyambut Presiden Prabowo Subianto dengan gestur yang penuh kehangatan. Mereka tidak hanya berjabat tangan, tetapi juga berpelukan erat, mengindikasikan hubungan personal yang kuat. Momen ini terekam jelas dalam siaran langsung Bernama TV, menunjukkan suasana yang akrab dan bersahabat.
Setelah sambutan awal, kedua pemimpin terlihat terlibat dalam percakapan yang hidup dan penuh tawa. Anwar Ibrahim bahkan mengajak Prabowo untuk berpose bersama di hadapan media, memperlihatkan kebersamaan mereka. Interaksi ini menegaskan ikatan persahabatan yang telah terjalin lama antara kedua tokoh penting tersebut.
Kehadiran Prabowo di KTT ASEAN ke-47 ini menjadi bagian dari delegasi penting Indonesia. Ia kemudian bergabung dengan para pemimpin ASEAN lainnya di dalam aula upacara pembukaan. Keakraban ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia serta kerja sama di tingkat regional.
Advertisement
Advertisement
KTT ASEAN ke-47 tidak hanya dihadiri oleh para pemimpin negara anggota, tetapi juga oleh tokoh internasional penting. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Dewan Eropa António Costa turut hadir dalam acara tersebut. Ini menunjukkan relevansi KTT ASEAN di kancah global.
Beberapa pemimpin dari mitra dialog ASEAN juga tampak hadir, termasuk Presiden AS Donald Trump, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Kehadiran mereka menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara ASEAN dan negara-negara lain. KTT ini akan menyelenggarakan 25 pertemuan kunci yang fokus pada berbagai isu.
Topik utama yang akan dibahas meliputi penguatan kerja sama ekonomi regional, transisi energi bersih, dan pengembangan ekonomi digital. Salah satu pembahasan sentral adalah potensi penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai dalam kerangka jaringan listrik terintegrasi ASEAN. Ini menunjukkan visi ASEAN untuk masa depan yang berkelanjutan.
Advertisement
Selain itu, KTT ini juga mencatat tonggak sejarah penting dengan penerimaan resmi Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN. Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão hadir untuk momen bersejarah ini. Keanggotaan Timor-Leste diharapkan dapat memperkuat integrasi regional.
Advertisement
Di luar isu-isu internal regional, para pemimpin ASEAN juga dijadwalkan untuk membahas masalah global yang mendesak. Salah satu isu krusial adalah situasi di Gaza, yang memerlukan perhatian dan respons kolektif dari komunitas internasional. ASEAN berupaya menyatukan sikap terkait upaya perdamaian.
KTT ini diharapkan dapat menghasilkan konsensus regional yang kuat untuk membantu mempromosikan stabilitas global. Pembahasan mengenai isu-isu sensitif ini menunjukkan peran aktif ASEAN dalam diplomasi internasional. Para pemimpin akan mencari solusi konstruktif untuk tantangan global.
Fokus pada perdamaian dan stabilitas mencerminkan komitmen ASEAN sebagai blok regional yang bertanggung jawab. Diskusi mendalam akan dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah konkret. Hasil dari KTT ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian dunia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews