Anwar Ibrahim Kecam Penahanan 10 Warga Malaysia di Misi Global Sumud Flotilla
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melalui akun Instagram resminya.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengeluarkan kecaman yang tegas terhadap penahanan sepuluh warganya yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan internasional. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum maritim internasional dan merusak prinsip-prinsip kemanusiaan global. Dalam keterangan resminya, Anwar menuduh bahwa tindakan Israel terhadap misi tersebut merupakan aksi kekerasan yang tidak dapat dibenarkan. Ia bahkan menyamakan tindakan itu dengan praktik perompakan di laut.
"Saya mengutuk tindakan ganas rejim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan antarabangsa, satu pelanggaran nyata undang-undang maritim dan menyerupai tindakan lanun," ujar Anwar dalam akun Instagram pribadinya pada Kamis (30/4/2026).
Menurut informasi yang beredar, sepuluh warga Malaysia termasuk dalam kelompok aktivis yang ditahan, dan mereka merupakan bagian dari rombongan internasional dalam misi Global Sumud Flotilla yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Selain itu, dilaporkan bahwa enam dari total dua puluh dua kapal dalam misi tersebut juga turut ditahan. Anwar menekankan bahwa Malaysia mendesak semua pihak terkait untuk segera bertindak demi memastikan keselamatan para aktivis, termasuk warga negaranya yang saat ini dilaporkan terputus komunikasi.
Komunikasi Intensif
"Keselamatan mereka mesti dijamin tanpa kompromi," tegasnya. Pemerintah Malaysia, lanjut Anwar, saat ini sedang menjalin komunikasi intensif dan berkolaborasi dengan negara-negara sahabat untuk mengupayakan pembebasan para aktivis secepat mungkin. Upaya diplomatik terus dilakukan di tengah situasi yang disebutnya sebagai "getir".
Dalam pernyataannya, Anwar juga menekankan pentingnya menjunjung nilai kemanusiaan di atas segala perbedaan, terutama dalam kondisi krisis.
"Dalam situasi ini, ihsan dan kemanusiaan harus mengatasi segala perbezaan dan Malaysia akan terus berdiri teguh mempertahankan prinsip tersebut," katanya. Ia menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar seluruh aktivis, termasuk warga Malaysia, berada dalam kondisi selamat dan segera dibebaskan.