Prabowo Tegaskan Keputusan Indonesia Gabung BoP Gaza Setelah Konsultasi dengan Negara Teluk

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa keputusan Indonesia gabung BoP untuk Gaza diambil setelah pertimbangan matang dan konsultasi dengan pemimpin negara-negara Teluk, menandai strategi baru perjuangan Palestina.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prabowo Tegaskan Keputusan Indonesia Gabung BoP Gaza Setelah Konsultasi dengan Negara Teluk
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keputusan Indonesia Gabung BoP (Dewan Perdamaian) merupakan hasil proses panjang, termasuk konsultasi dengan pimpinan negara Teluk, demi perjuangan Palestina. (AntaraNews)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, diambil setelah pertimbangan cermat. Langkah strategis ini juga melibatkan konsultasi mendalam dengan para pemimpin negara-negara Teluk. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan ulama dan cendekiawan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam (5/3).

Menurut Muhadjir Effendy, tokoh senior Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BoP bukanlah keputusan mendadak. Proses ini merupakan hasil dari diskusi panjang dengan berbagai pemimpin di Timur Tengah. Keikutsertaan Indonesia dalam BoP menandai pendekatan baru dalam upaya perdamaian di Gaza.

Dalam forum berdurasi tiga jam tersebut, Presiden Prabowo menguraikan peran Indonesia dalam dewan perdamaian ini. Peran tersebut menjadi krusial, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam penyelesaian konflik.

Muhadjir Effendy, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menjelaskan pendekatan Presiden Prabowo terhadap isu Palestina di BoP sebagai “strategi dari dalam”. Pendekatan ini merupakan evolusi dari perjuangan Indonesia yang selama ini lebih banyak dilakukan dari luar.

“Indonesia telah lama berjuang (untuk kemerdekaan Palestina) dari luar; sekarang, kami mencoba melakukan upaya dari dalam,” jelas Muhadjir Effendy, mengutip pernyataan Presiden Prabowo. Strategi ini menunjukkan adanya perubahan taktik namun tetap dengan tujuan yang sama, yakni kemerdekaan Palestina.

Keikutsertaan Indonesia dalam BoP diyakini tetap konsisten dengan komitmen jangka panjang negara dalam mengadvokasi negara Palestina yang merdeka. Komitmen ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina.

Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk mempromosikan implementasi solusi dua negara. Selain itu, Indonesia juga mendukung penuh rencana perdamaian 20 poin dari BoP. Upaya ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mencari solusi damai yang berkelanjutan bagi konflik Israel-Palestina.

“Kita harus terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina meskipun ada risiko dan konsekuensinya,” tegas Muhadjir Effendy. Ia menambahkan bahwa poin 19 dan 20 dari rencana perdamaian BoP secara tegas menyatakan koeksistensi antara Palestina dan Israel sebagai tujuan utama dewan tersebut.

Keterlibatan Indonesia dalam BoP diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan. Hal ini terutama dalam mencapai perdamaian yang adil dan abadi di kawasan tersebut. Indonesia akan terus memainkan perannya sebagai negara yang aktif dalam diplomasi internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi