Serba-Serbi KTT ke-47 ASEAN: Prabowo Dipanggil Jokowi hingga Momen Donald Trump Joget
Kedatangan Prabowo menandai persiapan penting menjelang partisipasi Indonesia dalam KTT Ke-47 ASEAN.
Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10). Sebelum mengikuti kegiatan itu, Prabowo sempat lebih dulu disambut hangat oleh para diaspora serta anak-anak warga negara Indonesia.
Kedatangan Prabowo menandai persiapan penting menjelang partisipasi Indonesia dalam KTT Ke-47 ASEAN. Antusiasme WNI terlihat jelas saat menyambut kepala negara mereka di tanah rantau.
Salah Panggil Nama Presiden
Dalam acara itu, adanya serba-serbi yang turut dialami oleh Prabowo. Salah satunya yakni saat dirinya yang menghadiri acara KTT tersebut justru dipanggil sebagai Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Awalnya, Radio Televisyen Malaysia (RTM), stasiun penyiaran publik milik pemerintah Malaysia, secara resmi menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf ini terkait kekeliruan fatal yang dilakukan oleh salah satu komentator mereka saat menyebut nama Presiden Republik Indonesia. Insiden ini terjadi di tengah sorotan internasional.
Kekeliruan tersebut berlangsung pada momen siaran langsung ketibaan para pemimpin negara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN. Acara penting ini diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari Minggu, menarik perhatian media dari berbagai belahan dunia. Kejadian ini sontak menjadi perbincangan.
Dalam siaran tersebut, komentator RTM keliru menyebut sosok Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Presiden RI Joko Widodo. Kesalahan penyebutan nama ini didengar jelas oleh banyak wartawan dari berbagai negara yang hadir di pusat media KTT ASEAN, memicu kebingungan dan pertanyaan.
Departemen Penyiaran Malaysia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf tulus atas insiden yang terjadi. Kesalahan ini berlangsung selama siaran langsung RTM yang meliput jalannya KTT ke-47 ASEAN dan berbagai pertemuan terkait. Siaran tersebut berlangsung di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC) yang menjadi lokasi utama acara penting tersebut.
Pihak RTM memandang serius insiden kekeliruan penyebutan nama Presiden Republik Indonesia ini. Mereka segera melakukan penyelidikan internal mendalam untuk mengidentifikasi akar masalah dan penyebab pasti kekeliruan tersebut. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen RTM terhadap akurasi informasi yang disiarkan.
Berdasarkan hasil penyelidikan internal, RTM menemukan bahwa komentator siaran memang telah keliru dalam penyebutan nama. Komentator tersebut menyebut Presiden Republik Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal menurut pernyataan resmi RTM, Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto. Pernyataan ini menjadi inti dari permohonan maaf yang disampaikan kepada publik.
Donal Trump Joget di KTT ASEAN
Ternyata, dalam kegiatan ini ada juga suasana hangat dan tak biasa pada acara tersebut. Yakni saat Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang tiba-tiba saja berjoget di karpet merah bersama Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.
Hal ini terjadi ketika Trump tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, pada Minggu pagi, 26 Oktober. Trump mendarat sekitar pukul 09.50 waktu setempat dan disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di bawah tangga pesawat.
Sambutan hangat ini menandai dimulainya partisipasi Trump dalam forum regional penting tersebut. Selama kunjungannya, Trump dijadwalkan untuk terlibat dalam berbagai agenda diplomatik. Ini termasuk menyaksikan penandatanganan deklarasi damai serta mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara anggota ASEAN.
Kedatangan Presiden Donald Trump di Malaysia disambut dengan kemeriahan khas lokal. Otoritas Malaysia telah menyiapkan tarian-tarian penyambutan yang memukau di landasan udara KLIA.
Berdasarkan pantauan dari media center KTT ASEAN, Trump sempat terlihat berjoget mengikuti irama tarian yang dipersembahkan untuknya. Momen ini menarik perhatian banyak pihak yang menyaksikan.
Tidak hanya itu, Presiden Trump juga menunjukkan interaksi yang akrab dengan mengibarkan bendera Malaysia dan bendera Amerika Serikat. Ia memperoleh kedua bendera tersebut dari peserta penyambutan dan mengibarkannya dengan kedua tangannya.
Setelah prosesi penyambutan, PM Anwar Ibrahim dan Presiden Trump kemudian menaiki kendaraan limosin hitam secara bersama-sama. Mereka bertolak menuju lokasi utama penyelenggaraan KTT ASEAN.
Gencatan Senjata Thailand–Kamboja Disepakati di KTT ASEAN
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan momen ketika Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, serta Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengangkat dokumen perjanjian gencatan senjata dalam sebuah seremoni khusus di sela KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Minggu (26/10/2025).
Kesepakatan tersebut menandai komitmen kedua negara untuk menghentikan seluruh aksi permusuhan dan mulai membangun kembali hubungan bertetangga yang stabil. Bagian penting dari perjanjian ini mencakup pembebasan 18 tawanan perang asal Kamboja serta penempatan pengamat dari egara-negara ASEAN, termasuk Malaysia, untuk memastikan implementasi perdamaian secara berkelanjutan.
Ketegangan perbatasan Thailand dan Kamboja sebelumnya memuncak menjadi bentrokan bersenjata mematikan pada Juli lalu, yang memaksa ribuan warga mengungsi dari wilayah terdampak. Upaya mediasi yang dipimpin Trump dan Anwar memfasilitasi penghentian kekerasan serta mendorong langkah de-eskalasi yang kini diresmikan melalui penandatanganan gencatan senjata ini.
Timor Leste: Anggota Baru dan Sejarah ASEAN
KTT Ke-47 ASEAN mencatat sejarah baru dengan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN. Dokumen aksesi Timor Leste sebagai anggota penuh terbaru ASEAN ditandatangani dalam pembukaan KTT, disaksikan oleh seluruh pemimpin ASEAN dan sejumlah kepala negara tamu.
Menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia, penandatanganan dokumen ini secara resmi menandai bergabungnya Timor Leste sebagai anggota penuh ASEAN. Sebelumnya, Timor Leste telah menyerahkan instrumen aksesi terhadap Piagam ASEAN dan Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir ASEAN Tenggara (SEANWFZ) pada Sabtu.
Bergabungnya Timor Leste diharapkan dapat memperkuat integrasi regional dan memberikan perspektif baru bagi kerja sama di antara negara-negara anggota. Ini merupakan langkah maju dalam memperluas jangkauan dan pengaruh ASEAN di Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup Resmi Diluncurkan
Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, secara resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup. Peluncuran turnamen baru ini berlangsung pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu. Acara penting ini disaksikan langsung oleh Ketua ASEAN, Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Bin Ibrahim.
Inisiatif ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Peluncuran tersebut diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Infantino dan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara FIFA dan negara-negara anggota ASEAN.
Infantino menyatakan kegembiraannya atas dukungan berkelanjutan FIFA kepada komunitas ASEAN melalui turnamen ini. Ia berharap turnamen ini akan menjadi tambahan luar biasa bagi kalender sepak bola regional. Turnamen ini juga diharapkan dapat memberikan dampak besar serta kesempatan bagi pemain terbaik ASEAN untuk bersinar di panggung dunia.
Pujian Trump Buat Prabowo
Dalam KTT ASEAN ini juga adanya momen Donald Trump sempat melempar pujian dan apresiasi kepada Prabowo atas perannya dalam mendukung upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Trump dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, Minggu (26/10).
"Dan sahabat saya Presiden Prabowo dari Indonesia, atas dukungan luar biasa mereka dalam upaya memastikan lahirnya masa baru bagi Timur Tengah. Ini benar-benar masa baru. Timur Tengah akan memiliki perdamaian setelah 3.000 tahun perdamaian yang kuat dan abadi," tutur Trump seraya melihat ke arah Prabowo.
Trump juga menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara Asia Tenggara, terutama di bidang perdagangan, keamanan, teknologi, dan energi.
"Kami sedang membangun kemitraan yang lebih erat di bidang energi, teknologi, kecerdasan buatan, mineral penting, dan berbagai industri lainnya. Amerika Serikat ada untuk Anda. Amerika Serikat berkomitmen pada kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan berkembang pesat," jelas dia.