Mengungkap Enam Alasan Utama Kekuatan Iran Sulit Diusik Negara Mana Pun, Termasuk AS
Pakar hubungan internasional mengungkap enam faktor strategis yang menjadikan kekuatan Iran sangat tangguh dan sulit digoyahkan oleh militer negara mana pun, bahkan Amerika Serikat.
Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menjelaskan mengapa Iran memiliki ketahanan yang luar biasa. Ia menyebutkan sejumlah faktor strategis yang membuat negara itu sulit diusik atau dihancurkan oleh kekuatan militer asing.
Dalam webinar Global Insight Forum, Rezasyah menegaskan bahwa Iran tidak mudah digoyahkan oleh ancaman eksternal. Diskusi ini bertajuk "Setelah Venezuela, Iran & Greenland: 'Siapa' Target Selanjutnya" dan dipantau secara daring di Jakarta.
Analisis ini menyoroti kapabilitas Iran dalam menghadapi tekanan global. Ini termasuk potensi konflik dengan negara adidaya seperti Amerika Serikat, yang sebelumnya sempat memperingatkan Iran terkait program nuklirnya.
Pusat Peradaban dan Kesadaran Historis
Salah satu alasan utama ketangguhan Iran adalah statusnya sebagai pusat peradaban awal dunia. Iran memiliki sejarah panjang yang setara dengan China, India, dan Romawi kuno.
Kesadaran historis yang mendalam ini menumbuhkan semangat besar di kalangan masyarakat dan pemerintah. Mereka bertekad menjaga marwah bangsa dari segala bentuk intervensi asing.
Identitas budaya yang kuat ini menjadi fondasi bagi persatuan nasional. Hal ini juga memperkuat tekad Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan kemandiriannya di panggung global.
Kepemimpinan yang Dihormati dan Mandiri
Kepemimpinan Iran dinilai relatif dihormati dan dicintai oleh rakyatnya. Ini karena mereka dianggap menunjukkan keteladanan ideologis yang kuat.
Pemerintah Iran juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar rakyat dalam kerangka kemandirian nasional. Mereka secara konsisten menentang dominasi asing dalam berbagai aspek.
Kemandirian ini tercermin dalam kebijakan luar negeri dan dalam negeri Iran. Hal ini memperkuat legitimasi kepemimpinan di mata publik.
Kekuatan Militer Autentik dan Strategi Pertahanan
Iran memiliki kekuatan militer yang mandiri dan autentik, dengan teknologi pertahanan yang dikembangkan di dalam negeri. Ketergantungan pada pihak luar sangat minim.
Negara ini telah menyiapkan peluru kendali untuk berbagai jarak, mulai dari pendek, menengah, hingga jauh. Senjata ini termasuk yang dirancang untuk menghadapi kapal induk di kawasan Timur Tengah.
Angkatan Laut Iran secara rutin menggelar latihan di perairan strategis, menunjukkan kesiapan operasional mereka. Dalam skenario konflik terbuka, Iran berpotensi memblokade Selat Hormuz.
Blokade Selat Hormuz akan berdampak besar terhadap lalu lintas energi dan perdagangan global. Langkah ini sangat mungkin dilakukan jika Amerika Serikat menyerang Iran.
Kewaspadaan Kawasan dan Stok Misil Besar
Negara-negara Teluk berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan pembalasan Iran. Jika Iran diserang, respons balasan dapat berupa peluncuran misil dalam jumlah besar.
Serangan misil ini berpotensi mengguncang kawasan Timur Tengah secara signifikan. Pengalaman konflik sebelumnya menunjukkan dampak serius dari serangan Iran.
Dalam perang singkat di masa lalu, kota-kota besar Israel mengalami kerusakan signifikan dan hanya mampu bertahan setelah keterlibatan langsung Amerika Serikat. Saat ini, Iran disebut memiliki stok peluru kendali dalam jumlah sangat besar.
Keengganan NATO dan Kemampuan Intelijen
Alasan lain adalah adanya keengganan serius negara-negara NATO untuk mendukung serangan langsung terhadap Iran. NATO dinilai telah belajar dari AS yang juga menggunakan tekanan ekonomi sebagai alat geopolitik.
Selain itu, Iran memiliki kemampuan intelijen yang kuat dalam mendeteksi, menyisir, dan menindak jaringan lawan, baik di dalam maupun di luar negeri.
Ketegasan dalam menghukum agen dan simpatisan asing menjadi faktor pencegah signifikan. Ini menunjukkan kapabilitas Iran dalam menjaga keamanan internal dan eksternal.
Sumber: AntaraNews