Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Adhyaksa Awards 2025, Dorong Jaksa Lebih Kompetitif
Mendagri menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan melalui sejumlah kriteria, mulai dari integritas hingga pencapaian kinerja.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi besar atas penyelenggaraan Adhyaksa Awards 2025. Menurutnya, ajang penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan bagi dedikasi dan integritas para jaksa, tetapi juga mampu menciptakan iklim kompetitif yang sehat di lingkungan kejaksaan.
Mendagri menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan melalui sejumlah kriteria, mulai dari integritas hingga pencapaian kinerja. Ia menilai hal ini menjadi pemacu semangat bagi jaksa di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan profesionalisme mereka.
“Tadi kita lihat kriteria-kriterianya yang soal integritas, kemudian soal apa, prestasi kinerja, banyak kategori. Saya lihat positif sekali,” ujar Mendagri usai menghadiri Adhyaksa Awards 2025 di Hotel The Westin, Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025).
Apresiasi untuk Memperkuat Semangat Integritas
Lebih jauh, Tito meyakini bahwa penghargaan seperti ini akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja aparat kejaksaan. Ia menekankan bahwa apresiasi yang diberikan akan memperkuat semangat integritas dan profesionalisme di tubuh lembaga hukum tersebut.
“Itu akan berpengaruh sekali. Sehingga kinerja kejaksaan insyaallah akan lebih baik. Jadi saya menyampaikan apresiasi yang tinggi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mendagri menekankan pentingnya menjaga kredibilitas kejaksaan sebagai lembaga hukum besar yang memiliki peran sentral. Ia berharap tren positif yang tengah terlihat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Sebagai lembaga yang besar, kita sangat mengharapkan kejaksaan ini menjadi institusi dengan hukum yang kredibel dipercaya publik. Sekarang kan trennya juga kejaksaan baik. Kita harapkan akan lebih baik,” jelasnya.
Mendagri juga mengapresiasi luasnya jangkauan penghargaan yang melibatkan jaksa dari berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Ia menyoroti pula banyaknya penerima penghargaan dari kalangan perempuan yang dinilainya membawa inspirasi tersendiri.
“Memang kalangan perempuan itu banyak penelitian. Penegak hukum di kalangan perempuan itu lebih anti-koruptif. Lebih menginspirasi,” tuturnya.
Sebagai penutup, Mendagri menegaskan pentingnya konsistensi dalam pemberian penghargaan semacam ini. Menurutnya, tradisi apresiasi perlu dijaga agar mampu memelihara semangat kompetitif sekaligus memperkuat integritas aparat penegak hukum.
“Ini harusnya terus dilakukan. Jadi ada reward dan ada punishment juga,” tandasnya.
Acara ini turut dihadiri Founder dan Chairman CT Corp Chairul Tanjung; Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti; Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin; Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo; Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily; serta sejumlah pejabat di Kabinet Merah Putih lainnya.