Membedah Perbedaan Vaksin TBC Bill Gates dengan Vaksin BCG
Vaksin TBC Bill Gates disebut-sebut menawarkan harapan baru dalam perang melawan TBC.
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, dengan lebih dari 10 juta kasus baru dan 1,6 juta kematian pada tahun 2021.
Selama hampir satu abad, vaksin Bacille Calmette-Guérin (BCG) telah menjadi satu-satunya vaksin yang tersedia untuk mencegah TBC. Namun, efektivitasnya dinilai terbatas, terutama terhadap TBC paru pada remaja dan orang dewasa.
Kini, vaksin baru M72/AS01E yang dikembangkan dengan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation dan Wellcome Trust disebut-sebut menawarkan harapan baru dalam perang melawan TBC.
M72/AS01E adalah vaksin sub-unit yang mengandung dua protein dari permukaan bakteri TBC, dirancang untuk merangsang respons imun yang kuat.
Perbedaan utama vaksin BCG dan M72/AS01E terletak pada kelompok sasaran dan tingkat efektivitasnya. Vaksin BCG, yang diberikan pada bayi, memiliki efektivitas terbatas pada anak-anak dan perlindungan rendah pada remaja dan dewasa.
Sebaliknya, M72 dirancang untuk melindungi remaja dan dewasa hingga usia 50 tahun, kelompok yang rentan terhadap TBC. Uji klinis fase 2 menunjukkan efikasi M72 sekitar 50% dalam mencegah TBC paru hingga tiga tahun, peningkatan signifikan dibandingkan BCG pada kelompok usia tersebut.
Teknologi yang digunakan juga berbeda. M72 menggunakan recombinant fusion protein, teknologi imunologi terbaru yang meningkatkan respons imun. BCG, menggunakan bakteri yang dilemahkan.
Saat ini, M72 sedang dalam uji klinis fase 3, tahap akhir sebelum persetujuan penggunaan umum, sementara BCG telah digunakan secara luas.
Keunggulan Vaksin M72
Vaksin M72 menawarkan beberapa keunggulan utama. Pertama, perlindungan yang lebih luas pada remaja dan dewasa, kelompok yang sebelumnya kurang terlindungi.
Kedua, efikasi yang lebih tinggi, terbukti dalam uji klinis fase 2. Ketiga, potensi dampak global yang signifikan; proyeksi menunjukkan potensi pencegahan hingga 76 juta kasus dan penghematan biaya hingga USD 41,5 miliar dalam 25 tahun.
Terakhir, komitmen pemerintah Indonesia untuk menyediakan vaksin M72 secara gratis jika uji klinis fase 3 berhasil.
Uji klinis fase 3, melibatkan 20.000 peserta di lima negara termasuk Indonesia, Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi, meliputi individu dengan HIV.
Peneliti Utama Nasional Vaksin TBC, Erlina Burhan menekankan pentingnya mempersiapkan pengadaan vaksin dalam negeri agar tetap terjangkau. Indonesia, dengan angka kasus TBC yang tinggi dan kapasitas produksi vaksin yang mumpuni, berperan penting dalam uji klinis ini.