Megawati Kritik Keras KPK: Mau Saya Buat Supaya Baik Malah Kayak Gitu
Megawati menegaskan, pendirian lembaga-lembaga itu dimaksudkan untuk memperkuat sistem pemerintahan dan melindungi kepentingan rakyat.
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melontarkan kritik tajam terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Megawati, KPK dan sejumlah lembaga negara lainnya dibangun karena memiliki peran penting bagi kemajuan Indonesia. Namun, Megawati mengaku kecewa dengan KPK saat ini karena dinilai tidak menjalankan fungsinya dengan baik.
“Situ mau tahu yang dibikin ibu itu apa aja? KPK, makanya saya kesel banget ngelihat dia. Iya dong maunya saya buat supaya baik, malah kayak gitu,” kata Megawati di acara Peresmian Serambi Pancasila dan Peluncuran Buku ‘Naskah Sumber Arsip Dasar Negara’ volume I: Masa Sidang Pertama BPUPK 29 Mei-1 Juni 1945’ di gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Senin (11/8).
Selain KPK, Megawati juga menyebut Mahkamah Konstitusi (MK), Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga yang lahir pada masa pemerintahannya.
“MK, coba. BNN, apa lagi? BNPB. Nah, tau banyak toh? Saya lho yang bikin BMKG,” ujar Megawati.
Megawati menegaskan, pendirian lembaga-lembaga itu dimaksudkan untuk memperkuat sistem pemerintahan dan melindungi kepentingan rakyat. Dia menyebut, jika dijalankan dengan semangat dan komitmen tinggi, Indonesia memiliki potensi besar untuk menyaingi negara-negara maju.
“Maunya Ibu, negara kita dengan peraturan-peraturan yang ada, dengan semangat jiwa rakyatnya, akan menjadi negara besar. Apa nggak bisa? Bisa banget. Asal kalian betul-betul mau bersemangat,” kata Megawati.
Megawati mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga semangat kebangsaan, karena jika tidak kedaulatan Indonesia bisa terancam.
“Tolong kemanusiaan kalian itu sekarang lagi dihidupkan. Kalau tidak, negara kita bisa diambil lagi oleh orang lain,” kata Megawati.