Makassar Bersiap Jadi Tuan Rumah IGS 2026, Libatkan Delegasi 31 Negara OKI
Makassar akan menjadi tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026, sebuah ajang internasional yang melibatkan delegasi dari 31 negara OKI, membuka peluang emas investasi dan pariwisata.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, mengumumkan persiapan daerahnya untuk menyelenggarakan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026. Acara internasional ini akan melibatkan delegasi dari 31 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Penunjukan Makassar sebagai tuan rumah berawal dari kunjungan Wali Kota ke Wakil Menteri Luar Negeri di Jakarta.
IGS 2026 dijadwalkan berlangsung sebelum 30 Maret 2026, menjadi kesempatan penting bagi Makassar. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada para tamu internasional. Makassar ditunjuk langsung sebagai tuan rumah tanpa melalui perencanaan awal di tingkat daerah.
Kehadiran puluhan delegasi negara ini dipandang sebagai peluang strategis. Makassar dapat mempromosikan investasi, pariwisata, serta produk unggulan daerah di kancah global. Persiapan teknis dan koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kini menjadi fokus utama.
Peluang Emas Investasi dan Pariwisata di IGS 2026
Andi Zulkifly menegaskan bahwa IGS 2026 adalah kesempatan langka bagi Makassar. Acara ini menjadi platform strategis untuk menarik investasi asing ke daerah. Delegasi dari 31 negara OKI akan menjadi target audiens utama dalam promosi ini.
Selain investasi, potensi pariwisata Makassar juga akan digencarkan. Keindahan alam, kekayaan budaya, dan kuliner khas daerah siap diperkenalkan. Ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di masa mendatang.
Produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Makassar juga akan mendapat sorotan. Pameran produk lokal dapat membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha. Dampak ekonomi yang signifikan diharapkan dapat tercipta dari kegiatan ini.
Tantangan Anggaran dan Koordinasi Teknis IGS 2026
Persiapan IGS 2026 menghadapi tantangan utama terkait anggaran dan koordinasi. Karena penunjukan mendadak, kegiatan ini belum masuk dalam perencanaan awal daerah. Oleh karena itu, rapat teknis intensif diperlukan untuk menyelaraskan program SKPD.
Aspek krusial lainnya adalah pembiayaan akomodasi dan transportasi delegasi. Sekda Zulkifly menekankan pentingnya kejelasan mengenai tanggungan biaya ini. Seluruh kebutuhan rombongan, termasuk konsumsi, harus dirancang secara detail dan transparan.
Diperkirakan sekitar 150 orang akan hadir, termasuk perwakilan SKPD dan pendamping delegasi. Ini membutuhkan perencanaan logistik yang matang. Penentuan jadwal pelaksanaan sebelum 30 Maret 2026 juga menjadi prioritas utama.
Merancang Konsep Kegiatan dan City Tour Menarik
Andi Zulkifly juga meminta agar konsep kegiatan IGS 2026 disusun secara terstruktur. Ini mencakup city tour, kunjungan ke destinasi wisata, serta sentra UMKM. Konsep gastronomi dan kebudayaan lokal juga harus diintegrasikan dengan baik.
Penyusunan model kegiatan ini penting sebelum tim pusat melakukan peninjauan. Makassar harus siap dengan skema yang jelas mengenai lokasi kunjungan. Hal ini akan memastikan kelancaran dan keberhasilan seluruh rangkaian acara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para delegasi dapat merasakan langsung kekayaan budaya Makassar. Pengalaman kuliner dan interaksi dengan UMKM lokal akan menjadi daya tarik tersendiri. Semua elemen ini bertujuan untuk meninggalkan kesan positif bagi para tamu internasional.
Sumber: AntaraNews