Danantara: Prabowo Tegaskan Indonesia Tanah Peluang Investasi Global
Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran penting Danantara, lembaga pengelola kekayaan negara, dalam menjadikan Indonesia sebagai tanah peluang investasi global yang menarik bagi investor dunia.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa Indonesia kini muncul sebagai “tanah peluang” yang menjanjikan. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya di World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis.
Prabowo menyoroti peran krusial Danantara, lembaga pengelola kekayaan negara (SWF) Indonesia, sebagai pendorong utama pertumbuhan jangka panjang dan kemitraan investasi global. Kehadiran Danantara diharapkan mampu menarik minat investor dunia untuk berkolaborasi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Menurut Presiden, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sangat bergantung pada perdamaian, stabilitas, serta tata kelola negara yang efektif dan ketersediaan modal, khususnya alokasi investasi yang efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut, Danantara dibentuk pada Februari 2025.
Peran Danantara dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Danantara didirikan pada Februari 2025 dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa melalui Danantara, Indonesia kini mampu berdiri sejajar sebagai mitra yang setara di kancah global.
Lembaga ini tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai negara yang damai dan stabil, tetapi juga semakin membuka lebar pintu peluang investasi. Danantara saat ini mengelola aset senilai 1 triliun dolar AS, yang Prabowo sebut sebagai “energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia.”
Dengan Danantara, Indonesia kini siap untuk berinvestasi bersama dengan institusi keuangan global dan investor besar. Presiden Prabowo menyatakan, “Dengan Danantara, Indonesia kini mampu menjadi mitra Anda. Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda.”
Strategi Rasionalisasi BUMN dan Tata Kelola Kelas Dunia
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat industrialisasi sembari memastikan pengawasan yang kuat dan akuntabilitas kelembagaan. Danantara dibentuk untuk membiayai dan ikut membiayai industri-industri masa depan, didukung oleh kepemimpinan eksekutif terbaik untuk mengarahkan operasionalnya.
Saat ini, Danantara mengelola 1.044 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, Prabowo mengumumkan rencana untuk merasionalisasi jumlah BUMN tersebut menjadi sekitar 300 demi meningkatkan efisiensi, tata kelola, dan kinerja keuangan.
“Kami akan merasionalisasi. Kami akan menyingkirkan inefisiensi,” tegas Prabowo, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap perbaikan struktural. Indonesia menginginkan tata kelola dan manajemen kelas dunia yang sesuai dengan standar internasional.
Menarik Talenta Terbaik dan Investasi Masa Depan
Dalam upaya mencapai tata kelola kelas dunia, Danantara telah diberi wewenang untuk merekrut ekspatriat dan warga negara asing untuk memimpin perusahaan-perusahaan kunci. Langkah ini diambil untuk menarik talenta terbaik dan pikiran-pikiran cemerlang dari seluruh dunia.
“Kami menginginkan otak terbaik dan pikiran terbaik di dunia,” kata Prabowo. Pendekatan serupa juga diterapkan pada program-program sosial, hilirisasi industri sumber daya alam, serta upaya mencapai swasembada pangan dan energi.
Ekspansi ekonomi Indonesia diprediksi akan mengejutkan banyak pihak di seluruh dunia, mengingat posisi negara yang kini mampu berkolaborasi dengan lembaga keuangan global. Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews