Tahukah Anda? Kafilah Myanmar Jadi yang Pertama Tiba di Makassar untuk MQKI Internasional 2025
Kafilah Myanmar menjadi delegasi pertama yang tiba di Makassar, menyemarakkan persiapan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025. Simak detail kedatangan mereka dan antusiasme jelang perhelatan akbar ini!
Makassar, 30 September – Suasana semarak mulai terasa di Makassar menyusul kedatangan kafilah pertama dari Myanmar. Delegasi ini tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025. Kedatangan mereka disambut langsung oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan.
Momen ini menjadi penanda awal dari serangkaian kedatangan peserta dari berbagai negara di ASEAN. Ketua Tim Organisasi Tata dan Laksana Kerukunan Umat Beragama Kemenag Sulsel, Hasbullah Muntu, menyatakan kegembiraannya. Beliau menegaskan bahwa partisipasi internasional akan menyemarakkan MQKI Internasional 2025.
Perhelatan akbar MQKI Internasional 2025 sendiri akan diselenggarakan pada 1-7 Oktober 2025. Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, terpilih menjadi tuan rumah acara bergengsi ini. Kompetisi ini bertujuan untuk mempertemukan ulama, santri, dan pecinta Kitab Turats dari berbagai penjuru dunia.
Antusiasme Sambut Kafilah Pertama MQKI Internasional 2025
Kedatangan kafilah Myanmar pada 30 September lalu menjadi sorotan utama dalam persiapan MQKI Internasional 2025. Delegasi ini merupakan yang pertama tiba di Makassar, jauh sebelum tanggal pelaksanaan acara. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi dari negara peserta terhadap Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional.
Hasbullah Muntu, Ketua Tim Organisasi Tata dan Laksana serta Kerukunan Umat Beragama Kemenag Sulsel, mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, kafilah Myanmar sudah tiba di Makassar dan merupakan yang pertama tiba. Selanjutnya kafilah dari berbagai negara di ASEAN juga segera menyusul," ujarnya saat menyambut di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Delegasi Myanmar terdiri dari satu official, Ismat, serta dua peserta, Bo Aung Kyaw dan Kyaw Nyi Nyi Thwin. Kehadiran mereka secara langsung di Makassar memberikan sinyal positif. Ini menunjukkan bahwa MQKI Internasional 2025 akan menjadi ajang yang benar-benar global.
Wajo Siap Jadi Tuan Rumah Perhelatan Kitab Turats Dunia
Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) 2025 akan dipusatkan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi ini menunjukkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event berskala besar. Persiapan telah dimatangkan untuk menyambut ribuan peserta dan pengunjung.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulsel, Muhammad Yunus, menyampaikan finalisasi persiapan. Ia menekankan bahwa kedatangan kafilah Myanmar semakin menambah atmosfer penyambutan MQKI Internasional 2025. Ini adalah momen penting bagi Wajo dan Sulawesi Selatan.
Perhelatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang silaturahmi akbar. MQKI Internasional 2025 akan mempertemukan ulama, santri, dan pecinta Kitab Turats. Mereka berasal dari 10 negara dan 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Signifikansi Partisipasi Internasional dalam MQKI 2025
Partisipasi dari negara-negara lain, seperti Myanmar, memberikan dimensi baru bagi MQKI Internasional 2025. Ini menegaskan bahwa acara ini bukan hanya milik Indonesia. Melainkan juga menjadi platform penting bagi komunitas Islam global. Pertukaran budaya dan ilmu pengetahuan akan terjalin erat.
Kehadiran peserta dari luar negeri menjadi penanda bahwa Wajo siap menjadi tuan rumah perhelatan akbar. Acara ini akan mempertemukan berbagai perspektif keilmuan Islam. Hal ini sangat penting untuk pengembangan studi Kitab Turats di masa depan.
MQKI Internasional 2025 diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antar bangsa. Melalui ajang ini, nilai-nilai toleransi dan pemahaman lintas budaya dapat diperkuat. Dengan demikian, semangat kebersamaan dalam mempelajari warisan intelektual Islam akan terus tumbuh subur.
Sumber: AntaraNews