Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar resmi melakukan Kick Off terhadap gelaran Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) atau perlombaan membaca kitab kuning tingkat Internasional, di Kantor Direktotat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (8/7).
Menurut Nasaruddin, perlombaan kali ini berbeda dengan gelaran sebelummya, karena selain berskala internasional dengan mengundang sejumlah negara sahabat berkompetisi, acara tahun ini juga diselenggarakan pertama kalinya di luar pulau Jawa.
"Ini adalah pertama kalinya kita lakukan Musabaqah ini di luar di Pulau Jawa dan ini juga pertama kali kita melasungkannya secara internasional. Kalau yang lalu-lalu kita lakukan secara nasional terbatas, maka sekarang ini kita lakukan secara yang lebih luas internasional," kata Nasaruddin seperti dikutip Rabu (9/7).
Nasaruddin menyatakan, cara yang akan dilakukan dalam menilai para peserta adalah dengan merangsang kepada para santri untuk tidak sebatas membaca. Melainkam mengkaji secara mendalam kitab-kitab kuras.
"Kitab kuras itu adalah kitab-kitab yang ditulis oleh ulama-ulama yang menekuni dan memiliki energi yang sangat kuat dan itu susah menangkap maknanya tanpa dukungan ekosistem. Mungkin orang bisa bahasa Arab baca, tetapi belum tentu bisa membaca kitab kuras," tutur Nasaruddin.
"Nah yang kita akan perlombakan, siapa nanti akan menjadi jagoan membaca kitab-kitab kuras," sambung dia.
Pameran Kebudayaan Islam
Nasaruddin menambahkan, gelaran Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) bukan sebatas perlombaan membaca kitab, tetapi ada juga pameran kebudayaan Islam, terutama pameran kebudayaan Islam lokal dan regional.
"Dengan demikian nanti kita akan mendemonstrasikan betapa agama Islam itu sangat compatible dengan kearifan lokal yang ada di tanah air kita semua," ungkap Nasaruddin.
Imam Besar Masjid Istiqlal pun meyakini, universalitas Islam itu tidak mesti harus dipertentangkan dengan kearifan yang bersifat lokal.
"Bahkan sebaliknya, itu (universalitas Islam) simetris dan inilah nanti yang menjadi ciri khasnya Islam Indonesia," dia menandasi.
Peserta dari Filipina hingga Myanmar
Sebagai informasi, Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) dilangsungkan di Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1-7 Oktober 2025.
Selain Indonesia, MQK juga akan menghadirkan peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste.
Total peserta MQK Internasional adalah 8.773 santri yang berasal dari 1.218 lembaga, yakni 1.161 pesantren dan 57 Ma'had Aly. MQK kali ini diselenggarakan berbasis digital, serta mengusung semangat local to global.
Advertisement