Kuliner Indonesia Pukau Warga di Gebyar Nusantara Kuala Lumpur, Perkuat Hubungan Ekonomi Bilateral
Festival Gebyar Nusantara 2.0 di Kuala Lumpur sukses mempromosikan beragam Kuliner Indonesia di Malaysia, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dan budaya antara kedua negara.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur sukses menggelar festival Gebyar Nusantara 2.0 di ibu kota Malaysia. Acara ini menjadi ajang promosi kreatif untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan Kuliner Indonesia di Malaysia kepada masyarakat luas. Warga dari kedua negara antusias mencicipi berbagai hidangan khas Nusantara yang disajikan.
Festival yang berlangsung pada tanggal 6 hingga 7 Desember 2025 ini berlokasi strategis di Raintree Plaza, The Exchange TRX Mall, Kuala Lumpur. Kehadiran beragam hidangan khas Indonesia menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Ini juga merupakan kesempatan emas untuk mempererat hubungan bilateral.
Kepala Kanselerai KBRI Kuala Lumpur, Hendra Purnama Iskandar, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan memperluas kolaborasi. Festival ini juga diharapkan dapat membuka peluang kemitraan komersial antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam diplomasi ekonomi.
Keberagaman Kuliner Indonesia Memukau Pengunjung
Dalam festival Gebyar Nusantara 2.0, pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan khas Indonesia yang otentik. Menu yang disajikan meliputi sate padang, nasi padang, soto tangkar, soto ayam, ayam betutu, nasi gudeg, dan lontong medan. Keberagaman Kuliner Indonesia di Malaysia ini sukses menarik perhatian warga lokal maupun diaspora.
Hendra Purnama Iskandar menegaskan bahwa festival ini merupakan 'entering point' yang efektif untuk pasar Malaysia. "Ini entering point yang bisa kita gunakan untuk masuk ke pasar Malaysia," ujarnya kepada ANTARA. Promosi kuliner ini tidak hanya memperkenalkan cita rasa, tetapi juga potensi ekonomi.
Tidak hanya Kuliner Indonesia, festival ini juga menampilkan beberapa hidangan Malaysia yang telah atau akan memasuki pasar Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya pertukaran budaya dan potensi pasar yang saling menguntungkan antara kedua negara serumpun.
Memperkuat Hubungan Ekonomi dan Peluang Kemitraan
Pada penyelenggaraan kedua ini, KBRI Kuala Lumpur secara proaktif melibatkan lebih banyak pelaku bisnis Malaysia. Tujuannya adalah untuk memperluas kolaborasi serta membuka peluang kemitraan komersial yang lebih besar. Ini adalah upaya konkret dalam meningkatkan kerja sama ekonomi.
Hendra berharap melalui festival ini, hubungan ekonomi dan hubungan bilateral Indonesia–Malaysia semakin meningkat. "Harapannya, hubungan ekonomi dan hubungan bilateral Indonesia–Malaysia semakin meningkat," kata Hendra. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.
Ia menambahkan bahwa pelaku UMKM di sektor ekonomi kreatif perlu didorong untuk berkembang. Tujuannya agar mereka mampu berkontribusi hingga 30 persen dalam perdagangan Indonesia. Hal ini menunjukkan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional dan regional.
"Intratrade ekonomi kita di ASEAN masih rendah. Karena itu, melalui ekonomi kreatif kita ingin memperluas keterhubungan," ujarnya. Peningkatan keterhubungan melalui ekonomi kreatif, termasuk Kuliner Indonesia di Malaysia, diharapkan dapat memajukan perdagangan antarnegara ASEAN.
Inisiatif Promosi Kreatif dan Solidaritas Nasional
Gebyar Nusantara 2.0 digagas sebagai bentuk promosi kreatif yang berbeda, memanfaatkan 17 subsektor ekonomi kreatif. Sektor-sektor ini mencakup musik, film, kuliner, arsitektur, dan fesyen. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia secara menyeluruh.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Danang Waskito dan Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Kuala Lumpur Dewi Waskito. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh dari perwakilan diplomatik Indonesia di Malaysia.
Pembukaan festival diawali dengan laporan Kepala Kanselerai kepada KUAI, dilanjutkan dengan doa bersama. Doa ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lain. Ini menunjukkan solidaritas KBRI terhadap bencana di tanah air.
Sumber: AntaraNews