Kronologi Pasutri di Bali Dikeroyok Hingga Babak Belur oleh Gerombolan Mahasiswa
Pasutri itu bernama Sahrudin (31) asal Madura, Jawa Timur dan istrinya bernama Kamelia (40) asal Kabupaten Buleleng, Bali.
Pasangan suami-istri (Pasutri) di Bali, dikeroyok oleh tetangga indekosnya hingga babak belur, seusai menegur lantaran berisik dan menggangu.
Peristiwa itu, terjadi di Jalan Kampus Udayana, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu, (11/5) sekitar pukul 12.00 Wita.
Sementara, korban atau pasutri itu bernama Sahrudin (31) asal Madura, Jawa Timur dan istrinya bernama Kamelia (40) asal Kabupaten Buleleng, Bali.
"Peristiwa pengeroyokan yang dialami oleh sepasang suami-istri yang dikeroyok dan dianiaya oleh beberapa orang," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, Rabu (14/5).
Peristiwa berawal sekitar pukul 21.00 Wita saat itu ada tiga orang mahasiswi dari luar daerah bernama Piyo, Yuvela, Elin, bersama dengan temannya ngobrol dan ketawa-ketawa di teras indekos hingga tengah malam.
Kemudian, sekira pukul 23.30 Wita, korban Sahrudin keluar kamar dan menegur ketiga mahasiswi tersebut dengan mengatakan agar tidak ribut-ribut dan tidak mengganggu penghuni kos lainnya, setelah ditegur, korban kembali ke kamarnya. Selanjutnya, ketiga mahasiswi yang ditegur itu awalnya meminta maaf telah membuat keributan.
Para Pelaku Tak Terima
Namun sekitar pukul 01.15 Wita, pintu kamar indekos korban digedor-gedor oleh seseorang. Korban Sahrudin lalu membuka pintu kamarnya dan kaget di luar sudah banyak orang-orang.
Digeruduk sejumlah orang, korban langsung ketakutan dan menutup kembali pintu kamarnya. Para pelaku yang emosi akhirnya berteriak meminta korban segera keluar dari kamar dan juga menendang pintu kamar korban hingga akhirnya rusak. Korban yang ketakutan mencoba keluar kamarnya dan tiba-tiba dikeroyok oleh puluhan orang-orang tersebut yang kurang lebih ada sekitar 30 orang.
Sementara, istri korban yang melihat suaminya dipukuli oleh orang-orang tersebut langsung keluar kamar dan berusaha menghalang-halangi agar suaminya tidak dipukul lagi. Sayangnya, si istri juga dipukul para pelaku hingga mengenai bagian wajah hingga hidung luka dan mengeluarkan darah.
"Setelah para pelaku puas melakukan penganiayaan, selanjutnya salah satu pelaku mengintimidasi korban Sahrudin agar meminta maaf kepada mereka dengan mendokumentasikan atau memvideokan melalui kamera handphonenya," jelasnya.
AKP Ketut Sukadi menyampaikan, bahwa peristiwa tersebut terjadi berawal dari korban yang menegur tiga orang mahasiswi yang ribut di indekosnya hingga tengah malam.
"Sehingga besar kemungkinan ke tiga mahasiswi tersebut yang tidak terima ditegur korban memanggil kelompoknya untuk datang ke kos dan selanjutnya mengeroyok korban dan istrinya," ujarnya.
Kemudian, terkait peristiwa yang telah dialaminya korban dan istrinya, mendatangi Polsek Kuta Selatan untuk melaporkan peristiwa pengeroyokan dan saat ini permasalah tersebut dalam penanganan unit Reskrim Polsek Kuta Selatan.
"Untuk para identitas pelaku masih dalam lidik," ujarnya.