Kronologi Dugaan Penggelapan eFishery Mencapai Rp9,7 Triliun
Saat ini, dunia startup di Indonesia sedang ramai diperbincangkan akibat dugaan penggelapan dana yang melibatkan perusahaan eFishery.
Saat ini, Startup Indonesia sedang dihebohkan oleh isu dugaan penggelapan dana yang melibatkan manajemen eFishery. Perusahaan yang fokus pada sektor akuakultur ini diduga telah melakukan manipulasi pada laporan keuangannya.
Menurut informasi yang diambil dari The Straits Times, dugaan ini terungkap setelah eFishery melakukan investigasi internal menyusul adanya laporan dari whistleblower. Hasil dari penyelidikan tersebut menunjukkan beberapa temuan signifikan, termasuk dugaan manipulasi laporan keuangan.
eFishery diduga telah melebih-lebihkan pendapatannya hingga hampir mencapai US$600 juta atau setara dengan Rp 9,7 triliun (dengan kurs Rp 16.270) dalam periode Januari hingga September 2024. Penggelembungan dana ini diduga telah terjadi sejak tahun 2018.
Selain itu, terdapat juga temuan mengenai jumlah perangkat smart feeder yang tidak sesuai, di mana jumlah yang sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan angka yang dilaporkan. eFishery mengklaim memiliki lebih dari 400.000 tempat pakan ikan yang beroperasi, namun investigasi awal memperkirakan hanya sekitar 24.000 yang berfungsi.
Lebih jauh, ditemukan juga indikasi bahwa manajemen eFishery telah menyembunyikan kerugian dari para investor. Manajemen melaporkan kepada investor bahwa perusahaan memperoleh laba sebesar US$16 juta dan pendapatan sebesar US$752 juta selama periode yang sama.
Namun, hasil penyelidikan internal menunjukkan bahwa eFishery mengalami kerugian sekitar US$35,4 juta dalam periode tersebut. Pendapatan perusahaan diperkirakan hanya mencapai sekitar US$157 juta.
"Manajemen juga menggelembungkan angka pendapatan dan laba untuk beberapa tahun sebelumnya," demikian bunyi laporan yang ditemukan.
Pembocor Dugaan Penipuan eFishery
Dugaan penggelapan dana di eFishery muncul setelah seorang whistleblower melaporkan kepada anggota dewan mengenai ketidakakuratan dalam laporan keuangan perusahaan. Sebagai respons, dewan melakukan penyelidikan resmi pada bulan Desember 2024, yang berujung pada pemecatan Gibran Huzaifah, salah satu pendiri dan CEO, setelah ditemukan adanya ketidakkonsistenan dalam akuntansi perusahaan.
Penyelidikan ini juga didukung oleh investor-investor eFishery, termasuk SoftBank Group Corp dan Temasek Holdings Pte. Laporan yang dihasilkan dari penyelidikan tersebut disusun oleh FTI Consulting, dan dicatat sebagai draf yang mungkin masih akan mengalami perubahan selama proses penyelidikan berlangsung.
Dugaan kecurangan ini berdampak signifikan, tidak hanya bagi eFishery, tetapi juga bagi ekosistem startup di Indonesia secara keseluruhan. Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan, yang menjadi perhatian utama bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan adanya situasi ini, diharapkan perusahaan-perusahaan lain dapat lebih berhati-hati dan memastikan bahwa laporan keuangan mereka akurat dan dapat dipercaya. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan investor terhadap industri startup di Tanah Air.
Mengenal eFishery
eFishery adalah perusahaan yang fokus pada sektor akuakultur, menawarkan berbagai solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam budidaya ikan dan udang. Produk yang mereka kembangkan mencakup alat pemberi pakan otomatis (smart feeder) serta platform digital yang mendukung manajemen budidaya.
Dengan inovasi yang ditawarkan, perusahaan ini berhasil menarik perhatian investor global dan mencapai status unicorn dengan valuasi yang mencapai miliaran dolar.
Produk dan layanan yang ditawarkan oleh eFishery sangat bervariasi. Salah satunya adalah Smart Feeder, yang berfungsi sebagai alat pemberi pakan ikan secara otomatis. Selain itu, mereka memiliki eFisheryKu, sebuah platform digital yang menyediakan edukasi dan manajemen budidaya, serta eFisheryFund, yang menawarkan pembiayaan bagi petani ikan.
Tak ketinggalan, eFisheryFresh adalah platform yang menghubungkan petani dengan pembeli. Dengan berbagai inisiatif ini, eFishery bertujuan untuk mengatasi masalah kelaparan global dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan, serta menjadikan akuakultur sebagai solusi utama dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di seluruh dunia.