Kontroversi Uya Kuya, Viral Video Joget dan Klarifikasi hingga Minta Maaf
Kontroversi Uya Kuya muncul setelah video jogetnya di DPR viral, simak klarifikasinya yang penuh penyesalan.
Surya Utama alias Uya Kuya tengah menjadi sorotan. Pria kelahiran 4 April 1975 ini viral usai aksi jogetnya beredar di media sosial. Bukan tanpa sebab.
Video tersebut bernarasi provokatif di tengah panasnya isu kenaikan gaji anggota DPR dan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta. Anggota DPR Dapil DKI Jakarta II ini beberapa anggota dewan lainnya, termasuk Eko Patrio, berjoget mengikuti iringan musik setelah penutupan Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus 2025. Aksi ini memicu beragam reaksi dari masyarakat, terutama di tengah isu kenaikan tunjangan anggota DPR.
Video yang viral ini menunjukkan suasana ceria setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, namun banyak warganet yang menilai tindakan tersebut kurang pantas. Mereka berpendapat bahwa aksi joget di ruang sidang tidak mencerminkan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.
Menanggapi kritik tersebut, Uya Kuya memberikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun Instagram-nya. Ia menegaskan bahwa aksinya tidak bermaksud meledek atau menyindir siapapun, melainkan sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan musik yang menghibur.
Video Lama
Setelah video jogetnya viral, Uya Kuya merasa perlu untuk memberikan klarifikasi. Dalam video yang diunggah pada 28 Agustus 2025, ia menjelaskan bahwa goyangannya adalah bentuk penghargaan kepada para pengisi acara musik. Uya Kuya juga meminta maaf jika aksinya dianggap menyinggung sebagian masyarakat.
Uya Kuya menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat untuk menantang warganet atau mengaitkan aksinya dengan isu gaji Rp3 juta per hari yang beredar di media sosial. Ia menyatakan bahwa beberapa video lama dirinya dari tahun-tahun sebelumnya kembali dimunculkan dengan narasi yang menyesatkan.
Dalam klarifikasinya, Uya Kuya meminta masyarakat untuk tidak membuat narasi palsu atau hoaks yang dapat merugikan reputasinya. Ia mengakui bahwa kritik adalah hal yang wajar, namun berharap agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
Reaksi Publik Terhadap Kontroversi
Kontroversi Uya Kuya tidak hanya menarik perhatian media, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Banyak yang mengecam tindakan tersebut, menganggapnya tidak pantas dilakukan di ruang sidang.
Beberapa komentar menyatakan bahwa tindakan tersebut menunjukkan kurangnya empati terhadap rakyat yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
Namun, ada juga yang mendukung Uya Kuya, berpendapat bahwa ia hanya ingin menghibur dan tidak bermaksud menyinggung siapapun. Dukungan ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan masyarakat mengenai tindakan Uya Kuya.
Minta Maaf
Sadar menjadi kontroversi. Uya Kuya membuat video permintaan maaf. Ia meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan minta diberikan kesempatan.
"Saya Uya Kuya menyamoaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya tulus dari hati saya paling dalam untuk seleuruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini," ujar Uya diunggah lewat akun Instagramnya dikutip merdeka.com, Sabtu (30/8) malam.
Uya meminta maaf atas perilakunya yang disengaja maupun tak disengaja.
"Kami memahami bahwa apa yang terjadi ini mengakibatkan luka yang mendalam bagi Rakyat Indonesia, terutama korban yang harus gugur dan terluka akibat bentrokan-bentrokan yang terjadi," katanya.
Uya mengatakan tidak berniat membuat gaduh. "Tidak ada seditkitpun niat dari kami untuk membuat susasana ini menjadi gaduh," katanya.Kemudian, Uya berjanji akan memperbaiki perilakunya sebagai anggota dewan. Pun ia meminta diberi kesempatan.
"Tapi janji saya dari hati yang paling dalam saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap, bertindak, bersungguh-sungguh untuk mewakili rakyat Indonesia sebagai Anggota DPR RI," tuturnya.
"Beri saya kesempatan sekali lagi untuk berbuat lebih baik lagi, lebih maksimal lagi dari apa yang sudah saya lakukan selama ini," katanya.
Dan lagi, Uya meminta maaf dan berjanji akan introspeksi. "Saya minta sedalam-dalamnya sekali dari hati saya paing dalam. Mudah-mudahan ke depannya ini jadi introspeksi yang sangat berarti buat saya dalam menjalankan kewajiban sebagai anggota DPR RI dan memiliki tanggung jawab kepada masyarakat Indonesia, khususnya di dapil saya dan juga seluruh indonesia saya akan melakukan yang terbaik, beri saya kesempatan."