Kolaborasi MCB Gencarkan Upaya Tarik Pengunjung Museum dan Cagar Budaya
Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) memperkuat Kolaborasi MCB Tarik Pengunjung Museum dengan berbagai pihak untuk meningkatkan minat masyarakat serta mencapai target kunjungan 4,3 juta pada tahun 2026.
Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kementerian Kebudayaan tengah mengintensifkan kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, serta komunitas. Upaya ini bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung ke museum dan cagar budaya di seluruh Indonesia. Penguatan kemitraan ini diharapkan dapat menjadikan museum sebagai ruang bersama yang inklusif dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Kepala MCB, Indira Esti Nurjadin, menyatakan bahwa pada tahun 2026, MCB akan memperkuat kolaborasi lintas kementerian, kemitraan strategis, dan kerja sama dengan berbagai komunitas. Fokus utama adalah menjalankan museum sebagai ruang bersama, termasuk melalui kemitraan dengan institusi pendidikan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memajukan sektor kebudayaan dan pariwisata di tanah air.
Kolaborasi yang digencarkan MCB ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga pada pengembangan program yang lebih inklusif dan relevan. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, MCB berkomitmen untuk menciptakan pengalaman berkunjung yang aman, nyaman, dan bermakna bagi semua kalangan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Indonesia.
Memperkuat Kemitraan Strategis dan Inklusif
MCB telah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak untuk mengembangkan model program publik museum yang inklusif dan ramah lansia. Beberapa mitra penting termasuk Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia, Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, serta Komunitas Museum Ceria. Kemitraan ini menunjukkan komitmen MCB dalam merangkul beragam keahlian dan perspektif.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pendekatan multisensori dan stimulasi memori berbasis koleksi prasasti. Dengan demikian, museum dapat diakses dan dinikmati oleh berbagai kelompok usia, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Inisiatif ini memastikan bahwa warisan budaya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.
Melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan komunitas, MCB berupaya menciptakan program yang tidak hanya edukatif tetapi juga interaktif. Hal ini penting untuk menarik minat generasi muda dan memastikan keberlanjutan apresiasi terhadap museum dan cagar budaya. Kemitraan ini juga membuka peluang bagi inovasi dalam pengelolaan dan promosi museum.
Inovasi Program untuk Pengalaman Berkesan
Di Museum Nasional Indonesia, MCB telah meluncurkan program inovatif bernama PUJA SAMARA. Program ini merupakan layanan jemput bola dan siap layani ramah rentan yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman berkunjung yang inklusif, aman, dan nyaman bagi semua. Petugas khusus disiapkan untuk mendampingi ibu hamil, penyandang disabilitas, anak-anak, dan warga lanjut usia.
Indira Esti Nurjadin menjelaskan bahwa petugas secara aktif mendampingi para pengunjung rentan sebagai wujud komitmen museum dalam menghadirkan pengalaman berkunjung yang inklusif dan memastikan setiap pengunjung merasa diterima dan dihargai. Program PUJA SAMARA dirancang sebagai model percontohan yang akan diperluas penerapannya ke unit museum dan cagar budaya lainnya di bawah pengelolaan MCB.
Inisiatif seperti PUJA SAMARA menunjukkan upaya MCB untuk tidak hanya melestarikan koleksi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas. Dengan menyediakan fasilitas dan pendampingan khusus, museum dapat menjadi destinasi yang ramah bagi semua, mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Target Ambisius dan Komitmen Pelestarian
MCB mengelola total 18 museum dan 34 cagar budaya yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2026, MCB menargetkan sekitar 4,3 juta kunjungan di seluruh unit museum dan cagar budaya yang dikelolanya. Target ini dirancang secara kontekstual, dengan mempertimbangkan karakter masing-masing situs serta prinsip pelestarian dan keberlanjutan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah pengunjung museum dan cagar budaya yang dikelola oleh MCB selama tahun 2025 mencapai total 4.322.507 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sekitar 3,9 juta orang pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator positif atas keberhasilan program-program yang telah dijalankan.
Pencapaian target kunjungan yang ambisius ini tidak lepas dari strategi kolaborasi dan inovasi program yang terus dikembangkan. MCB berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan daya tarik museum dan cagar budaya sebagai pusat edukasi, rekreasi, dan pelestarian warisan bangsa. Dengan demikian, kekayaan budaya Indonesia dapat terus hidup dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews