Kemenko PMK dan TWC Perkuat Penguatan Budaya Tangguh Bencana di Kawasan Cagar Budaya
Kemenko PMK bersama PT TWC resmi menjalin kerja sama strategis untuk Penguatan Budaya Tangguh Bencana di situs cagar budaya, menyusul peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta. Bagaimana kolaborasi ini akan melindungi warisan bangsa dan masyarakat sekitar?
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC). Kolaborasi ini bertujuan utama untuk memperkuat budaya tangguh bencana di seluruh kawasan cagar budaya yang dikelola oleh TWC.
Kesepakatan penting ini ditandatangani seusai Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 20 tahun Gempa Yogyakarta. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Garuda Kompleks Candi Prambanan pada Sabtu (23/5), menjadi momentum krusial bagi inisiatif ini.
Inisiatif kerja sama ini merupakan langkah proaktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Tujuannya adalah untuk memastikan perlindungan optimal terhadap situs warisan budaya Indonesia serta masyarakat di sekitarnya.
Sinergi Kemenko PMK dan TWC dalam Kesiapsiagaan Bencana
Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, mengungkapkan bahwa pertemuan dengan tim penanggulangan bencana khusus dari PT TWC, yang dikenal sebagai Tim Gurila, menjadi bagian penting dari kesepakatan ini. Tim Gurila dibentuk sebagai wujud nyata kepedulian perusahaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
Pembentukan Tim Gurila oleh PT TWC atau InJourney Destinations Management (IDM) menunjukkan komitmen kuat terhadap kesiapsiagaan bencana. Kehadiran tim ini diharapkan dapat memberikan respons cepat dan efektif saat terjadi situasi darurat.
Kolaborasi antara Kemenko PMK dan TWC ini tidak hanya berfokus pada respons pascabencana, tetapi juga pada upaya preventif. Tujuannya adalah membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat serta pengelola cagar budaya agar lebih tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.
Peran Tim Gurila dan Program Kita Tangguh
Tim Gurila memiliki fokus utama pada upaya pemulihan pascabencana, mencakup dukungan psikososial dan pemberian semangat kepada masyarakat terdampak. Selain itu, mereka juga berperan aktif dalam penyaluran bantuan logistik yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.
Salah satu aksi kemanusiaan yang telah berhasil dilaksanakan oleh Tim Gurila adalah keterlibatan mereka sebagai relawan dalam penanganan bencana di Aceh Tamiang. Pengalaman ini membuktikan efektivitas dan kesiapan tim dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Sejalan dengan upaya ini, Kemenko PMK juga memiliki Program Kita Tangguh yang berbasis pada budaya dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan masyarakat secara menyeluruh.
Andre Notohamijoyo menegaskan bahwa Program Kita Tangguh harus terus didorong sebagai praktik baik yang nyata. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam membangun ketangguhan bencana yang berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Ketangguhan Bencana
Direktur Operasional PT TWC/IDM, Inung Purwita Jati, menyatakan bahwa pembentukan Tim Gurila adalah manifestasi komitmen perusahaan terhadap kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan semangat kolaborasi.
PT TWC berkomitmen untuk terus menjalankan misi kemanusiaan ini secara berkelanjutan di masa mendatang. Tim yang telah dibentuk secara khusus ini siap diterjunkan setiap kali terjadi bencana, menunjukkan dedikasi perusahaan.
Kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diutamakan guna mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana. Pendekatan ini memastikan bahwa upaya bantuan dan pemulihan dapat berjalan secara komprehensif dan efektif.
Sumber: AntaraNews